4 Ribu Reagen COVID-19 di Tulungagung Rusak, Hanya 700 yang Bisa Digunakan

Adhar Muttaqien - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 15:51 WIB
reagen rsud dr iskak tulungagung
Laboratorium PCR RSUD dr Iskak Tulungagung (Foto: Adhar Muttaqien)
Tulungagung - Ribuan reagen bantuan pemerintah pusat untuk pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 di RSUD dr Iskak Tulungagung diduga rusak dan tidak dapat digunakan. Dari 4.000 reagen, hanya 700 yang bisa dimanfaatkan.

"Itu (yang rusak) bantuan," kata Humas RSUD dr Iskak Tulungagung, Mohammad Rifa'i, Rabu (17/6/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rohmat membenarkan adanya reagen yang diduga rusak itu. Hal itu diketahui saat tim laboratorium hendak melalukam pemeriksaan, namun hasil yang keluar menunjukkan kejanggalan.

"Awalnya kami tidak menduga kalau itu rusak, begitu dicoba pertama, ternyata hasilnya kok aneh. Kemudian pakai kontrol, lho kontrolnya saja yang netral hasilnya kok positif. Dari situ dipilah pilah oleh tim rumah sakit yang dicurigai rusak, dari 4.000 sampel yang baik hanya sekitar 700an," kata Kasil.

Pihaknya belum mengetahui penyebab dugaan kerusakan reagen itu, apakah sejak dari gudang penyimpanan di pemerintah atau pada saat proses distribusi ke rumah sakit. Namun pihaknya memastikan sisa 700 reagen yang dinilai masih baik tersebut saat ini digunakan untuk melakukan pemeriksaan swab dari warga yang dicurigai terpapar COVID-19.

"Reagen itu akan bertahan lama asalkan penyimpanan dilakukan dengan benar," ujarnya.

Terkait stok reagen di Tulungagung tersebut masih mencukupi untuk melakukan pemeriksaan PCR selama sepekan. Di sisi lain rumah sakit plat merah tersebut juga melakukan pengadaan reagen secara mandiri, guna memenuhi kebutuhan laboratorium COVID-19.

"Kami tidak hanya mengandalkan drop-dropan (dari pemerintah pusat) tapi kami juga melakukan pembelian reagen yang serupa," imbuh Kasil.

Sementara itu dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) COVID-19 Tulungagung, saat ini terdapat 175 warga yang positif terpapar virus Corona. Pasien tersebut berasal dari 18 kecamatan. Saat ini 91 diantaranya menjalani karantina di rusunawa IAIN Tulungagung dan mess RSUD dr Iskak, 26 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 56 orang dinyatakan sembuh dan dua meninggal dunia. (iwd/iwd)