Penularan Corona Masih Tinggi, Transisi New Normal Malang Raya Diperpanjang

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 14:31 WIB
Masa transisi new normal Malang Raya diperpanjang hingga 7 hari ke depan. Keputusan itu berdasarkan angka penularan (rate of transmition) yang tergolong tinggi.
Rapat virtual evaluasi transisi new normal Malang Raya/Foto: Istimewa
Malang -

Masa transisi new normal Malang Raya diperpanjang hingga 7 hari ke depan terhitung sejak Minggu (7/6). Keputusan itu berdasarkan angka penularan (rate of transmission) yang tergolong tinggi.

"Jadi yang dibuat acuan serta untuk jadi perhatian bersama adalah pedoman dari WHO. Di mana dinyatakan untuk memasuki new normal dipersyaratkan angka rate of transmission harus di bawah 1. Sementara untuk Malang Raya ini, RT-nya masih pada angka 1,23," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rapat evaluasi transisi new normal Malang Raya, yang digelar virtual pada Jumat (5/6) malam.

Menurut Khofifah, masih tingginya angka penularan di Malang Raya karena masih muncul kasus baru terkonfirmasi positif. Meski juga diikuti dengan adanya penambahan yang sembuh.

Salah satu yang jadi perhatian Tim Pemprov Jawa Timur adalah kasus Giripurno, Kota Batu, di mana sudah diperkirakan oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko sebelumnya.


Khofifah menilai masih diperlukan waktu untuk mengubah kultur dan kebiasaan masyarakat. Ini terpotret dari laporan perkembangan kasus pada tiga daerah di Malang Raya. Yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

"Yang menyebutkan masih banyak masyarakat yang abai dalam penggunaan masker dan physical distancing," tegas mantan Menteri Sosial ini.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, untuk Kota Malang yang jadi perhatian adalah klaster isolasi mandiri. Penambahan kasus terakhir banyak muncul dari lingkar keluarga inti.

"Bisa jadi lingkungan rumah tidak memadai untuk dilakukan isolasi mandiri, karenanya ini akan ditarik ke RSUD. Kami siapkan segera," ujar Sutiaji kepada Gubernur Khofifah.

Hal lain yang jadi perhatian adalah gerakan operasi rapid test yang dilakukan secara massif dengan sasaran titik berkumpulnya masyarakat.

Tonton juga 'Masyarakat Harus Tahu 5 Hal Ini untuk Landaikan Kurva Penularan Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]