Mengkaji Plus Minus Jika Pesantren Buka Kembali Sambut New Normal

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 16:48 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur mengaku tengah menyiapkan diri dan menggodok protokol kesehatan untuk segera buka kembali. Hal ini karena ada kesulitan menerapkan pembelajaran dan ngaji secara daring karena tak semua santri memiliki handphone dan bisa mengakses internet.

Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) yang tengah mengkaji kehidupan new normal di ponpes, Rahmat Santoso menilai, memulai kehidupan new normal di pesantren dengan menerapkan protokol pencegahan COVID-19 bukan tidak mungkin dilakukan. Rahmat menegaskan harus ada sejumlah protokol kesehatan yang dirumuskan.

Rahmat menambahkan pemerintah melalui Kementerian Agama beberapa hari lalu telah mengeluarkan edaran terkait kebijakan kegiatan pesantren dan rumah ibadah dalam menghadapi new normal. Rahmat berpendapat sebenarnya Islam telah memiliki gaya hidup yang menjunjung tinggi kebersihan.

"Apa yang terkandung dalam konsep pesantren menuju new normal sebenarnya sudah bukan hal baru dalam Islam. Protokol pencegahan COVID-19, seperti mencuci tangan, memakai masker, bersin menutup mulut, hingga jaga jarak adalah konsep Islam Life Style," ungkap Rahmat di Surabaya, Sabtu (30/5/2020).

Misalnya saja, menggunakan masker mirip dengan cadar yang dipakai wanita mukminah. Sedangkan mencuci tangan juga ada dalam wudhu dan menjaga wudhu sangat dianjurkan dalam Islam.

Rahmat memaparkan dalan Islam juga diajarkan physical distancing. Misalnya tidak dianjurkan melakukan perkumpulan yang tidak memberi manfaat, apalagi yang membahayakan.

Namun, Rahmat menegaskan pemerintah harus berhati-hati pula dalam merumuskan protokol pencegahan COVID-19 di pesantren. Karena, keselamatan santri hingga para guru sangat penting.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2