Kekurangan, Tenaga Kesehatan dan Dokter Paru RS Unair Diperbantukan ke RSKI

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 04:44 WIB
rs unair
Salah satu ruangan pasien Corona (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair Surabaya semakin hari kian banyak menerima pasien Corona. Terlebih saat beberapa ruangan mulai dibuka secara bertahap.

Saking banyaknya pasien, tenaga kesehatan (nakes) dan dokter spesialis paru-paru pun mulai terbatas. Hal ini disampaikan Jubir Tim Satgas Corona RS Unair dr Alfian Nur Rasyid SpP.

"Jumlah tenaga dokter, khususnya dokter paru sangat terbatas. Jumlah perawat senior juga terbatas," kata Alfian kepada detikcom, Sabtu (16/5/2020).

Untuk menyiasti keterbatasan, RSKI mengambil sementara nakes dari beberapa ruangan gedung RS Unair. RS Unair diketahui tempat khusus melayani dan merawat pasien umum dan RSKI khusus untuk pasien Corona.

"Kita di RS Unair sampai menutup beberapa lantai, karena jumlah pasien umum berkurang dan pasien COVID-19 justru paling banyak. Sementara nunggu dapet (Pasien umum) itu ya terpaksa menutup beberapa lantai," ujarnya.

Alfian menjelaskan RS Unair sudah menghitung jumlah pasien umum sudah tidak sebanyak sebanyak Corona. Untuk itu dari tujuh lantai, pasien dioper ke tiga lantai dan nakes dari lantai yang tidak dipakai diperbantukan ke RSKI.

"Dari RS Unair menghitung jumlah pasien (umum) yang ndak terlalu banyak saat ini dioper ke beberpa lantai operasional lainnya. Yaitu lantai 4,5 dan 6. Sedangkan lantai 2, 3 dan 7 sementara ditutup dan nakesnya (dari lantai 2, 3 dan 7) diperbantukan dulu ke RSKI," jelasnya.

Dia berharap, ke depannya akan ada pengalihan nakes seperti yang dilakukan RS Unair. Namun, pengalihan nakes itu sifatnya dari pemerintah kota maupun provinsi. Artinya, ada pengalihan nakes dari RS atau puskesmas non rujukan diperbantukan ke RS rujukan. Tak hanya di RSKI, melainkan RS rujukan lainnya di Jatim.

"Puskesmas mungkin pasiennya berkurang, mungkin juga ada yang WFH, mungkin bisa diarahkan membantu nakes yang ada di RS rujukan. Dan sifatnya yang dibutuhkan nakes berpengalaman," katanya.

Sementara dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri, lanjut Alfian, sudah menjalin kerja sama untuk open recuitment nakes. Tapi, saat ini nakes yang paling banyak diperlukan yakni perawat.

"Untuk nakes yang banyak diperlukan kan perawat. Karena kan yang hari-hari menemani pasien jasanya perawat," pungkasnya.

(fat/fat)