Di Probolinggo, Pemudik yang Telah Jalani Karantina Dapat Piala dan Piagam

M Rofiq - detikNews
Rabu, 06 Mei 2020 18:06 WIB
corona probolinggo
Pemudik yang sudah dikarantina diberi piala dan piagam (Foto: M Rofiq)
Probolinggo - Pemudik yang dikarantina selama 14 hari terkadang masih belum bisa diterima masyarakat. Probolinggo mempunyai cara agar stigma itu tak terjadi kepada para pemudik.

Caranya, mereka diberi piala dan piagam untuk membuktikan bahwa mereka telah melakukan karantina. Dan yang paling penting, piala dan piagam itu membuktikan bahwa mereka sehat, tidak tertular virus Corona.

Ada 22 pemudik yang selesai menjalani isolasi hari ini. Selain diberi piala dan piagam, mereka juga diberi bantuan langsung tunai untuk meringankan beban mereka.

Karantina sendiri dilakukan di area Wisata Gading Wetan Water Sport River Tubing, yang berada dibawah kaki lereng Gunung Argopuro, di mana kantor dan tempat istirahat disulap menjadi rumah karantina.

Para pemudik ini rata-rata bekerja di Bali sebagai pekerja proyek dan penjaga toko. Salah satu pemudik, Maria ulfa (25), selama dikarantina, mengaku senang bisa keluar dan akhirnya bisa pulang ke rumah orang tuanya setelah menjalani proses karantina selama 14 hari. Dan kondisi pendemi virus corona ini bisa menjadi sejarah di hidupnya yang dibuktikan dengan piala dan piagam yang diterimanya usai karantina.

"Kondisi pandemi Virus Corona, di tempat kerja di Bali sepi, akhirnya sama majikan disuruh pulang ke Jawa, sudah 2 tahun saya bekerja sebagai penjaga toko. Lokasi dan pelayanan saat dikarantina sangat bagus dan tempatnya enak. Sebelum pulang, saya bawa piala dan piagam pertanda bebas COVID-19. Selesai wabah ini saya akan balik lagi kerja di bali" kata Maria.

Sementara itu menurut Camat Gading, Taufik Alami, tujuan diberikannya piala dan piagam, agar saat kembali ke kampung masing-masing bisa diterima masyarakat, dengan dibuktikan dengan piala dan piagam sehat bebas Corona.

"Unik dan lucu orang karantina diberikan trofi piala dan piagam, karena untuk meyakinkan masyarakat, agar para pemudik yang sudah di karantina bisa diterima oleh warga di kampung halamannya, selama di karantina mereka mendapat perlakuan pembinaan dan makanan sehat," ujar Taufik.

Sampai saat ini, masih ada 6 pemudik yang masih dikarantina di area Wisata River Tubing ini. Pemkab Probolinggo berharap sudah tidak ada lagi warga yang mudik, sampai kondisi benar-benar aman dari virus desease COVID-19. (iwd/iwd)