36 Karyawan Positif, Ini Kronologi Klaster Sampoerna Versi Pemprov Jatim

Faiq Azmi - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 10:02 WIB
Dirut RSU dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi
Dirut RSU dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Ketua Satgas Rumpun Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi membeberkan awal mula manajemen PT HM Sampoerna Tbk mendatangi Pemprov Jatim. Pihak manajemen merasa penanganan COVID-19 belum selesai.

"Tanggal 28 April manajemen ke sini, mereka ke sini ada yang belum selesai (Penanganan COVID-19 di pabrik mereka). Mereka tahu besarnya masalah," kata Joni di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (2/5/2020) malam.

Menurut Joni, penanganan COVID-19 di Pabrik Sampoerna belum selesai dikarenakan dari 488 karyawan mereka saat itu, ada 165 karyawan yang sudah di PCR. Namun hasilnya hingga hari ini belum ada. Padahal pemeriksaan sudah dilakukan sejak (14/4) lalu.

"Jadi gini ada 165 oleh mereka PCR sendiri, nah hasilnya belum ada. Kita sedang cari ini hasilnya," jelas Joni.

Pria yang juga Dirut RSU Soetomo ini memaparkan untuk 323 karyawan lain pihaknya telah melakukan rapid test. Dan hasilnya 91 reaktif, 232 lainnya negatif. 91 Karyawan yang reaktif langsung diisolasi di salah satu hotel di Surabaya.

"Dari 91 itu, 46 sudah diperiksa Swab di Soetomo, hasilnya 34 positif. Bila ditotal dengan yang meninggal 2 positif lalu, maka sementara ada 36 yang positif dari Pabirk Sampoerna. Sisa 45 diusahakan hari ini bisa keluar hasilnya, karena memang di Soetomo pasien yang diswab menumpuk banyak. Tapi ingat yang 165 masih belum tahu ya hasilnya," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2