Petugas Gabungan Bubarkan Warga yang Nongkrong di Warkop Trenggalek

Adhar Muttaqien - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 22:04 WIB
polres trenggalek
Polisi bubarkan warga yang ngopi bareng di warung (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Tim gabungan dari sejumlah instansi di Trenggalek merazia sejumlah warung kopi dan membubarkan para pelanggan yang tengah nongkrong. Razia ini untuk meminimalisir penyebaran virus corona.

Razia yang dilakukan oleh tim gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP dan Pemkab Trenggalek tersebut menyasar sejumlah warung kopi yang ada di pusat kota. Polisi langsung meminta warga yang nongkrong untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

"Kemarin sudah kami imbau agar tetap berada di rumah tapi faktanya hari ini masih banyak yang nongkrong, silakan pulang sekarang juga, saya kasih waktu 5 menit untuk meninggalkan lokasi," kata Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Selasa (24/3/2020) melalui megaphone.

Mendengar perintah itu sejumlah warga yang berada di warung kopi langsung bergegas meninggalkan warung. Sementara itu beberapa pengunjung masih tampak santai, namun setelah didatangi polisi, akhirnya mereka meninggalkan warung.


Calvijn menjelaskan razia tersebut merupakan tindak lanjut dari maklumat Kapolri untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing. Pihaknya meminta masyarakat untuk patuh terhadap imbauan yang telah dikeluarkan pemerintah agar tetap berada di rumah.

"Jika kemarin kami masih sekedar memberikan imbauan, maka hari ini kami tegas. Kenapa ini kami lakukan, karena demi keselamatan rakyat di tengah wabah corona. Azas tertinggi adalah keselamatan rakyat," ujarnya.

Sebab menurut Calvijn, adanya kerumunan massa di sarung kopi maupun ruang publik lainnya dapat memperbesar potensi terjadinya penyebaran virus corona.

Polisi mengaku tidak melarang warung untuk tutup, namun para pembeli diimbau tidak nongkrong di warung, melainkan langsung membawa pulang makanan atau minuman yang dibeli. "Boleh beli, tapi take away aja," imbuhnya.

Pihaknya berharap dengan kepatuhan dari masyarakat akan membawa dampak positif dan virus corona tidak masuk ke wilayah Trenggalek. "Kami juga ingin agar wabah ini segera hilang, sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," kata Calvijn.

Razia tim gabungan tersebut tidak hanya sekedar membubarkan kerumunan massa, namun petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi warung kopi yang digunakan nongkrong warga.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek Joko Irianto, mendukung upaya kepolisian dan instansi terkait untuk menertibkan masyarakat yang nekat berkerumun. Hal ini sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan pemerintah daerah untuk menutup sementara kafe, warung maupun tempat karaoke dalam masaa tanggap darurat corona.

"Selama dua minggu memang kami minta untuk tutup sementara waktu. Ini demi keselamatan masyarakat itu sendiri agar corona tidak sampai menyebar di Trenggalek," kata Joko Irianto.

Pihaknya mengakui pada masa tanggap darurat corona seperti saat ini membutuhkan kerjasama dari seluruh komponen untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menghindari kerumunan massa.

"Kalau masih belum menyebar masih dianggap biasa (belum memperhatikan imbauan), tapi begitu terjadi penyebaran dan menjadi wabah baru kebingungan," ujarnya.

Pihaknya menegaskan razia tersebut pada dasarnya dilakukan hanya untuk menghindari agar virus corona tidak sampai masuk ke wilayah Trenggalek.

(iwd/iwd)