Banjir Bandang Isolir Warga Satu Dusun di Ponorogo

Charoline Pebrianti - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 14:53 WIB
banjir bandang isolasi satu desa di ponorogo
Warga harus melewati jurang jika ingin beraktivitas (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Sebanyak 95 jiwa warga Dusun Jurang Sempu, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan terdampak luapan Sungai Jurang Sempu. Puluhan warga terisolir karena jembatan yang menjadi akses utama terputus.

"Jembatan terputus, warga yang terisolir satu dusun, ada 95 jiwa dari 28 KK," tutur Kades Dayakan Saroni kepada detikcom, Jumat (20/3/2020).

Saroni mengatakan jembatan utama yang menjadi akses satu-satunya untuk 95 warga terputus setelah dihantam banjir bandang yang terjadi pada Kamis (19/3) sore. Sejak kemarin, kata Saroni, puluhan warga yang berada di Dusun Jurang Sempu hanya mengandalkan logistik yang mereka punya. Tempat tinggal mereka tidak bisa diakses karena jembatan terputus.

Bahkan akibat kejadian ini, pantauan detikcom warga yang ingin mendapatkan bahan makanan atau mencari kebutuhan lain harus melewati satu-satunya akses dengan cara melalui jurang sedalam 7 meter dan melewati arus sungai.

"Waktu kejadian tidak ada tanda-tanda awal, hujan sekitar pukul 14.30 WIB lama dan lebat. Kejadian banjir bandang pukul 16.30 WIB serta bawa material longsor berupa batu dan tanah itu yang membuat jembatan utama putus," terang Saroni.

Padahal, lanjut Saroni, sebelumnya warga sedang panen jagung di sekitar aliran Sungai Jurang Sempu. Jika kejadian banjir bandang terjadi siang atau pukul 15.00 WIB, banyak korban yang berjatuhan.

"Untungnya kejadian sekitar pukul 16.30 WIB, kalau lebih siang atau pukul 15.00 WIB banyak korban karena masih kerja di sawah, tadi ada yang panen jagung," jelas Saroni.

Menurutnya, sungai tersebut hanya sungai kecil dan tidak pernah terjadi banjir. Kejadian kemarin merupakan pertama kali terjadi.

"Saya lihat itu material dari atas ada kayu besar, air campur tanah, ada batu besar sebesar mobil juga, makanya saya bersama kepala dusun langsung mengumumkan lewat masjid agar warga mengungsi," imbuh Saroni.

Saroni menambahkan keputusan mengungsi diambil karena untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. Ditambah lokasi rumah warga yang dekat dengan aliran sungai sehingga warga harus diungsikan ke tempat yang lebih aman.

"Tapi jadi masalah sekarang ekonomi warga terhambat, jembatan dan jalan satu-satunya putus akibat bencana banjir bandang. Warga harus turun ke jurang sedalam 7 meter dan melewati sungai untuk ke desa lain," pungkas Saroni.

Warga sendiri mengaku kesulitan bahan logistik, mulai dari air, makanan hingga obat-obatan.

"Karena terisolir, jalan dan jembatan tidak bisa dilalui. Warga kita suplai makanan, obat-obatan dan air, kita akan drop untuk warga," tutur Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni kepada detikcom.

Menurut Ipong, kejadian ini merupakan bencana alam. Sebab, curah hujan tinggi serta lokasinya di area perbukitan membuat aliran air dari atas pun turun bak banjir bandang ditambah material longsor seperti kayu dan batu membuat banjir kali ini membahayakan warga.

"Ya, bersyukurnya tidak ada korban. Kecepatan dan kesiapsiagaan desa ini dalam rangka mengantisipasi sehingga warga sudah buru-buru diungsikan," jelas Ipong.

Ipong menambahkan total ada 95 jiwa dengan 29 KK diungsikan. Sebab, rumah warga rawan terdampak. Bahkan total ada 6 rumah yang terkena banjir bandang.

"Warga ini berpotensi kena longsor susulan maka diungsikan. Warga kedepan harus mengungsi ke balai desa sampai situasi aman," imbuh Ipong.

Saat ini, lanjut Ipong, warga terisolir sebab jembatan dan jalan utama yang biasa digunakan untuk warga beraktifitas masih belum bisa dilalui akibat tertimbun material longsor dan batu.

" Sekarang kondisinya aman, tapi terisolir karena jembatannya putus," tukas Ipong.

Ipong menambahkan saat ini pihaknya juga mengusahakan membangun jembatan darurat dari besi. Supaya mempermudah sepeda motor untuk lewat.

"Jangka menengah kami akan usulkan jembatan permanen yang lebih kuat dan disesuaikan kondisi alam. Kita prihatin tapi harus hadapi dan selesaikan terus optimis," pungkas Ipong.

(iwd/iwd)