Prabowo: Ada yang Teriak 'Prabowo Mau Hidupkan Lagi Militerisme', Apa Benar?

Prabowo: Ada yang Teriak 'Prabowo Mau Hidupkan Lagi Militerisme', Apa Benar?

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 06 Jan 2026 09:50 WIB
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyinggung ada pihak yang teriak-teriak mengatakan dirinya ingin menghidupkan militerisme. Prabowo lantas mengoreksi anggapan itu dengan meminta pandangan para ahli terkait batas kepemimpinan otoriter.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Natal Nasional 2025, di Tennis Indoor, GBK, Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026) kemarin. Prabowo awalnya bicara dirinya bersyukur dikritik, tanda justru dirinya dibantu.

"Kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, kita tidak suka dikoreksi, tapi sesungguhnya itu mengamankan, iya kan?" kata Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo membeberkan contoh sederhana saat ia diingatkan ajudan karena menggunakan baju militer tak lengkap. Meski merasa dongkol dengan ajudannga, namun ia bersyukur karena diingatkan.

ADVERTISEMENT

"Jadi kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget nih. Tapi dia menjaga saya, dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan, iya kan?" ujarnya.

"Ini cerita waktu saya masih aktif ya, saya keluar dari ruangan mau ambil apel nggak tahu saya sibuk atau apa saya lupa pakai tanda pangkat. Lari anak buah saya: 'Pak, Pak, jangan keluar Pak, tanda pangkat Bapak tidak lengkap'. Oh iya. Jadi apa? Dia mengamankan saya. Kritik, koreksi adalah menyelamatkan," lanjutnya.

Prabowo lantas mengungkap ada yang teriak bahwa dirinya ingin menghidupkan militerisme. Prabowo lantas mengoreksi anggapan itu dengan memanggil para ahli hukum untuk mengetahui batas kepemimpinan yang otoriter.

"Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak: 'Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme'. Wah, baru saya koreksi, apa bener? Oke baru kita lihat, panggil ahli hukum, panggil di mana, iya kan? Mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan Indonesia memiliki masa depan yang baik meskipun banyak pihak yang nyinyir. Namun, hal itu tak menjadi masalah bagi Prabowo. Ia berkomitmen untuk bekerja dengan bukti.

"Jadi saudara-saudara, itu yang ingin saya sampaikan. Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," ujarnya.

(eva/rfs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads