3 Jembatan di Trenggalek Ambrol akibat Diterjang Arus Sungai yang Deras

Adhar Muttaqien - detikNews
Senin, 02 Mar 2020 15:45 WIB
jembatan di trenggalek ambrol
Warga Trenggalek bergotong royong membuat jembatan darurat (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Sejumlah infrastruktur jembatan di Trenggalek rusak berat akibat diterjang arus sungai pascaterjadi hujan deras selama lebih dari tiga jam. Bahkan salah satu jembatan putus total.

Dari data di BPBD Trenggalek sedikitnya ada tiga jembatan yang ambrol, yakni jembatan Jatirejo Pogalan, jembatan Jatiprahu, serta jembatan Gador. Di Jatiprahu, Kecamatan Karangan jalur utama yang menghubungkan Desa Jatiprahu dengan Desa Sukowetan dan Mlinjon ambrol sepanjang empat meter dengan kedalaman lebih dari dua meter.

Akibat kejadian itu kondisi jalan menjadi berongga dan hanya menyisakan bagian rabat jalan. Dampaknya arus lalu lintas dari kedua arah ditutup dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Kepala Dinas PUPR Trenggalek Ramelan, mengatakan ambrolnya jalur utama terjadi setelah wilayah Trenggalek diguyur hujan deras selama lebih dari tiga jam. Sehingga debit air dari lereng pegunungan mengalami peningkatan tajam.

"Karena arus cukup deras dari atas sehingga menggerus tanah di dasar jembatan, hingga mengakibatkan longsor itu," kata Ramelan, Senin (2/3/2020).

Pemerintah mengaku akan segera menindaklanjuti bencana tersebut, karena merupakan akses utama antar desa. Namun pihaknya memastikan meskipun jalur utama ditutup, mobilitas warga tidak terganggu, karena ada beberapa jalur alternatif.

"Kebetulan di sini banyak jalur alternatifnya. Kami akan segera mengupayakan agar jalur utama ini bisa kembali dimanfaatkan," jelasnya.

Sementara itu kerusakan jembatan juga terjadi di Dusun Jatirejo, Desa/Kecamatan Pogalan. Jembatan penghubung antara Desa Sambirejo dengan Pogalan tersebut putus total. Konstruksi jembatan amblas diterjang arus sungai.

"Kemarin sore itu arusnya cukup besar dan deras, bahkan hampir meluap. Kebetulan jembatan ini setahun lalu sudah putus dan diganti dengan jembatan darurat, konstruksi itulah yang kemarin amblas lagi," kata Kepala Desa Pogalan, Suparni.

Suaprni menjelaskan putusnya jembatan tersebut pertama kali terjadi pada Januari 2019 lalu. Saat itu BPBD Trenggalek berjanji akan mengusulkan untuk dilakukan perbaikan, namun hingga kejadian kedua belum terealisasi.

"Yang sisi timur jembatan ini masuk Desa Pogalan dan sisi barat masuk Desa Sambirejo Kecamatan Trenggalek. Anak-anak sini yang sekolah di SMA 2 maupun SMK KD ya lewat jembatan ini," imbuhnya.

Untuk membuka akses, sejumlah warga dan pemerintah desa melakukan kerja bakti dengan membuat jembatan darurat.

Kades berharap kerusakan jembatan tersebut segera diperbaiki , sehingga akses masyarakat di dua wilayah bisa kembali terkoneksi dengan lancar.

Di sisi lain, tingginya curah hujan di Trenggalek juga mengakibatkan longsornya plengsengan penahan jalan dan jembatan di Desa Gador, Kecamatan Durenan sepanjang sembilan meter.

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan membahayakan konstruksi jembatan maupun jalan yang ada di sekitarnya. Warga diimbau untuk berhati-hati saat melintasi jembatan.

Simak juga Video Jembatan Gantung di Bengkulu Putus, 7 Orang Tewas:

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)