Gercep Risma Pastikan Persebaya Tetap Berkandang di Surabaya Diapresiasi

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 21:09 WIB
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Syaifudin Zuhri (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Keputusan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengizinkan Persebaya menjadikan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan Stadion Gelora 10 November (G10N) sebagai homebase Persebaya, tidak hanya disambut gembira para Bonek, tapi juga berbagai pihak. Mereka mengapresiasi keputusan cepat Risma tersebut.

Salah satu tokoh yang memberikan apresiasi itu datang dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan Syaifudin Zuhri. Menurut Syaifudin, keputusan cepat Risma untuk memutuskan polemik homebase Persebaya adalah wujud kecintaan wali kota perempuan pertama Kota Surabaya ini.

"Saya memberikan pujian kepada Bu Risma karena telah memutuskan keputusan cepat dan tepat. Beliau telah mencarikan solusi yang baik untuk Persebaya dan persiapan piala dunia. Sehingga Persebaya bisa bermain di Kota Pahlawan dan persiapan piala dunia berjalan dengan baik tidak terganggu," ungkap Syaifudin kepada detikcom, Rabu (22/1/2020).

Menurut Syaifudin, Persebaya adalah klub sepak bola kebanggan arek-arek Surabaya. Sehingga seandainya tidak bermain di Surabaya, ruh Persebaya akan hilang. Begitu pula pendukung Persebaya, yakni para Bonek pasti akan merasakan kesedihan yang mendalam karena tidak bisa mendukung klub kebanggaannya.

"Masalah ini sempat meresahkan Bonek. Sebab ada kabar Persebaya tidak bisa bermain di Surabaya. Makanya banyak protes kepada Pemkot Surabaya. Tapi Bu Risma bisa mengambil langkah bijak dengan tetap mengizinkan Persebaya main di stadion milik Pemkot Surabaya," tutur Syaifudin.

Syaifudin mengatakan, Persebaya merupakan klub milik warga Surabaya, tak mengenal suku, ras, agama dan partai politik manapun. Jika mengaku warga Surabaya pasti akan mendukung Persebaya.

"Bahkan Persebaya bukan hanya milik warga Surabaya. Tapi juga menjadi kebanggan warga selain Surabaya. Buktinya ada Bonek yang berasal dari daerah lain," ungkap Syaifudin.

Seperti yang diketahui, Pemkot Surabaya memastikan bahwa Kota Surabaya tetap menjadi homebase bagi Persebaya dalam kompetisi Liga 1 2020. Keputusan ini tertuang dalam hasil rapat audiensi yang digelar pemkot bersama pihak manajemen Persebaya dan perwakilan suporter Bonek di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya, Rabu (22/1/2020).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dispora Surabaya, Edi Santoso mengatakan, selama rumput lapangan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) belum diperbaiki, maka dipastikan Persebaya dapat melangsungkan pertandingan di stadion tersebut.

"Bahwa Persebaya bisa main di Stadion GBT sampai akhir bulan Juli 2020. Selama rumput (GBT) belum diganti, maka Persebaya bisa main di Gelora Bung Tomo," kata Edi.

Selain itu, pihaknya juga memastikan, selama pertandingan yang berlangsung di stadion terbesar di Jawa Timur tersebut, suporter juga tetap diperbolehkan untuk menonton. Namun begitu, ketika dilakukan pembangunan single seat (tempat duduk), maka otomatis kapasitas penonton juga ikut dikurangi.

"Ketika ada pembangunan single seat, maka akan dikurangi (kapasitas penonton). Karena posisinya (single seat) belum sempurna dan sebagainya," ujar Edi.

Sementara itu, untuk pertandingan selanjutnya pada bulan Agustus 2020, Edi menyebut, Stadion Gelora 10 November (G10N) akan diproyeksi sebagai homebase Persebaya. Untuk itu, pihaknya akan kembali menggelar rapat bersama manajemen Persebaya dan Bonek terkait konstruksi keamanan di Stadion G10N tersebut.

"Kami rapatkan minggu kedua bulan Juni, nanti bicara teknis. Karena masih perlu bicara konstruksinya dengan ahli konstruksi. Kaitannya dengan pengamanan," tandas Edi.

(iwd/iwd)