Jaksa Bantah Pelajar yang Bunuh Begal Didakwa Hukuman Seumur Hidup

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 13:10 WIB
Kasipidum Kejari Kabupaten Malang, Sobrani Binzar (kiri)/Foto: Muhammad Aminudin

Dalam kesempatan itu Sobrani juga menjelaskan, adanya pasal berlapis dalam surat dakwaan itu mengacu pada berita acara. Seperti Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, subsider 338 soal Pembunuhan, 351 Ayat 3 tentang Penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia, dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait membawa senjata tajam.

Akan tetapi, lanjut dia, bukan berarti penuntut akan membuktikan seluruh pasal seperti dalam surat dakwaan itu. "Yang dinamakan pasal berlapis bukan semuanya dibuktikan. 340-nya dibuktikan begitu juga yang 338 KUHP tidak secara komulatif begitu. Tapi yang dibuktikan salah satu dari pasal tersebut karena sifatnya subsider," terangnya.

"Jadi alternatif sifatnya, kalau 340 KUHP tidak terbukti, maka akan membuktikan 338-nya, kalau tidak terbukti maka ke 351-nya. Sehingga yang kemarin beredar di berita itu didakwa seumur hidup itu tidak mungkin dan tidak ada sebenarnya," paparnya.


Hari ini persidangan digelar dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Dalam sidang sebelumnya, eksepsi dari Kuasa Hukum ZL ditolak hingga proses persidangan harus dilanjutkan.

"Hari ini bertepatan sidang tengah berjalan, dam kami memanggil 5 saksi. Untuk saksi yang kami panggil ada 5 orang. Pertama perempuan yaitu pacar anak ZL, ada dari polisi, rekan korban atau begal dan ada juga saksi ahli," pungkasnya.
Halaman

(sun/bdh)