detikNews
Minggu 10 November 2019, 12:25 WIB

Hore, Sungai Ledeng yang Penuh Sampah dan Limbah Akhirnya Dibersihkan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Hore, Sungai Ledeng yang Penuh Sampah dan Limbah Akhirnya Dibersihkan Warga membersihkan Sungai Ledeng yang penuh sampah dan limbah (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Secara swadaya, Warga Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto membersihkan Sungai Ledeng yang dipenuhi sampah dan limbah. Bersama Pemerintah Desa setempat, warga akan merumuskan sanksi bagi pembuang limbah dan sampah ke sungai tersebut.

Puluhan warga datang langsung ke Sungai Ledeng yang penuh sampah dan limbah di Dusun Sememi, Desa Modopuro. Selain warga sekitar sungai, kerja bakti ini melibatkan Pemerintah Desa, BPD, karang taruna, serta para pelaku UKM pemotongan ayam, pengolahan usus ayam dan pembuatan tempe di Desa Modopuro.

Mereka mengumpulkan sampah dan limbah di permukaan Sungai Ledeng menggunakan batang bambu dan jaring ikan. Tumpukan sampah dan limbah berbau tak sedap itu lantas diangkut menggunakan 2 truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Modopuro Rokhim mengatakan pembersihan sampah dan limbah yang menutup sekitar 200 meter permukaan Sungai Ledeng ini digelar menyusul gencarnya pemberitaan media massa. Tak sampai di sini, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke warganya agar tak membuang sampah maupun limbah ke sungai.


"Kami juga akan koordinasi dengan DLH untuk mendapatkan tong sampah dan lokasi strategis untuk menempatkan tong sampah di Desa Modopuro," kata Rokhim kepada wartawan di lokasi, Minggu (10/11/2019).

Rokhim menjelaskan limbah yang mengotori Sungai Ledeng berasal dari 14 UKM pemotongan ayam dan pengolahan usus ayam di Desa Modopuro. Para pengusaha membuang limbahnya ke parit yang mengalir ke Sungai Ledeng.

Tidak hanya limbah, sungai yang memisahkan Dusun Sememi dengan Dusun Bangsri di Desa Modopuro ini juga penuh sampah rumah tangga. Menurut Rokhim, sampah juga dari beberapa desa di kawasan hulu sungai.


Oleh sebab itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa-desa di kawasan hulu. Dia berharap warga sejumlah desa di hulu tak membuang sampah ke Sungai Ledeng.

"Dalam minggu depan kami akan rumuskan bersama masyarakat terkait sanksi bagi pembuang sampah dan limbah ke Sungai Ledeng," terangnya.

Kondisi Sungai Ledeng yang penuh sampah dan limbah sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Bau tak sedap terus mengepul dari sungai dengan lebar sekitar 6 meter ini. Tidak hanya itu, limbah di sungai ini juga membuat air sumur warga di sekitarnya menjadi berminyak.




Tonton juga video Misi Mulia Trash Hero, Bebaskan Pulau Kei Dari Sampah:

[Gambas:Video 20detik]




(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com