detikNews
2019/10/09 17:37:19 WIB

Krisis Air Bersih Pasuruan Makin Parah, Namun Mobil Tangki Tak Ditambah

Muhajir Arifin - detikNews
Halaman 1 dari 3
Krisis Air Bersih Pasuruan Makin Parah, Namun Mobil Tangki Tak Ditambah Warga yang tengah mengambil air bersih/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Puluhan desa di Kabupaten Pasuruan mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau. Kondisi tersebut tak dibarengi dengan penambahan mobil tangki untuk distribusi air bersih.

Setiap musim kemarau, puluhan ribu jiwa di 21 desa tujuh kecamatan menggantungkan nasib pada pasokan air bersih. Di antaranya Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan dan Kejayan di wilayah selatan. Kemudian Kecamatan Lekok dan Grati di wilayah timur. Lalu Kecamatan Gempol di wilayah barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat rutin mendistribusikan air ke berbagai pelosok wilayah. Bahkan di pengujung kemarau, distribusi air bersih dilakukan hingga malam hari.


Meski demikian, banyak warga yang tak menerima pasokan air secara rutin setiap hari. Seperti Warga Dusun Krajan, Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang yang mendapat pasokan air seminggu sekali.

"Seminggu sekali datang. Dapat jatah 3-4 jeriken satu KK. Dua hari saja habis untuk minum dan masak. Kalau habis ya beli Rp 2 ribu satu jeriken. Ada yang keliling jualan," kata Sutina, salah seorang warga Desa Karangjati, Rabu (9/10/2019).
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com