Pembunuhan Penjual Nasi di Jombang sudah Direncanakan, Begini Kronologinya

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 03 Okt 2019 19:07 WIB
Jenazah Antok dievakuasi (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Budiono (48) ternyata sudah merencanakan pembunuhan terhadap Achmad Dwi Antoko alias Antok (23), penjual nasi lalapan yang biasa mangkal di Alun-alun Jombang. Pelaku sakit hati setelah tahu kekasihnya juga mempunyai hubungan asmara dengan korban.

Budiono berpacaran dengan Puji Rahayu (37), warga Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang sejak April 2019. Tukang becak asal Dusun Jatisari, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang itu berstatus duda. Sedangkan Puji lama ditinggal suaminya merantau ke Kalimantan. Puji belum mempunyai anak dari suami sahnya itu.

Hubungan asmara keduanya goyah sejak kehadiran orang ketiga, yaitu Antok. Pemuda yang tinggal di Jalan Madura nomor 130 B, Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang itu juga naksir dengan Puji. Hal itu lantas membuat Budiono sakit hati sehingga ingin membunuh Antok.


Kapolres Jombang AKBP Boby Paludin Tambunan mengatakan, Budiono merencanakan pembunuhan terhadap Antok sejak Senin (30/9). Residivis kasus perjudian yang pernah diringkus tahun 2009 silam ini membawa pisau dapur yang dia selipkan di balik bajunya.

Puncaknya pada Rabu (2/10) sekitar pukul 09.30 WIB. Dengan mengayuh becak miliknya, saat itu Budiono mampir ke rumah Puji di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Jombatan. Seketika dia naik pitam saat memergoki kekasihnya sedang berduaan dengan Antok di dapur rumah.

"Pelaku yang cemburu menegur korban. Keduanya terlibat cekcok dari dapur sampai ruang tamu, lalu korban melempar wajah pelaku dengan pasir. Korban membalasnya dengan memukul korban menggunakan balok kayu," kata Boby saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (3/10/2019).
Selanjutnya
Halaman
1 2 3