detikNews
Senin 09 September 2019, 14:02 WIB

Masih Ada Wisatawan Nekat ke Pulau Sempu Meski Sudah Jadi Cagar Alam

Muhammad Aminudin - detikNews
Masih Ada Wisatawan Nekat ke Pulau Sempu Meski Sudah Jadi Cagar Alam Sejumlah wisatawan diminta keluar dari Pulau Sempu. (Foto: dok. Istimewa)
Malang - Pulau Sempu, yang berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, resmi menjadi cagar alam. Namun masih banyak wisatawan yang nekat masuk ke area tersebut.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akhirnya menindak tegas mereka. Sebelumnya, tiga kelompok wisatawan tertangkap petugas di area Pulau Sempu. Mereka diduga akan menghabiskan waktu liburan di pulau yang berada di seberang TPI Sendangbiru tersebut.

Mereka adalah Hajar Indrianto bersama tujuh temannya yang berasal dari Surabaya. Kemudian Yusuf bersama lima temannya dari Krian, Sidoarjo, dan Rizal bersama tujuh rekannya dari Mojokerto.


Petugas segera mendata dan memberikan peringatan kepada mereka. Lalu memaksa mereka membongkar tenda dan keluar dari kawasan cagar alam. Petugas juga meminta tiga pemandu lokal, yang mengantar mereka hingga sampai ke Pulau Sempu, keluar dari area cagar alam.

"Terakhir kemarin kami melakukan tindakan setelah menemukan rombongan wisatawan yang berada di Pulau Sempu. Karena statusnya cagar alam, tidak diperbolehkan adanya aktivitas wisata di sana," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo BKSDA Jawa Timur Mamat Ruhimat kepada detikcom, Senin (9/9/2019).

Menurut Mamat, pulau yang memiliki luas 877 hektare itu hanya dikhususkan untuk kepentingan penelitian dan konservasi. Di luar itu, Sempu harus steril dari kegiatan wisata.

"Hanya boleh untuk penelitian, kepentingan akademis, dan konservasi. Selain itu, tidak boleh. Makanya kemarin, ketika menemukan adanya wisatawan, kita minta keluar," imbuhnya.


Mamat menambahkan, pihaknya memiliki keterbatasan personel yang membuat pengawasan tidak bisa dilakukan secara maksimal. Celah itu kadang dimanfaatkan masyarakat atau pemandu lokal nekat mengantar wisatawan memasuki Sempu.

"Kita tahu ada masyarakat yang bekerja dengan menyewakan perahu dan kami patroli juga terbatas dengan jumlah personel. Karena itu, masih banyak yang masuk tanpa bisa terpantau," tutur Mamat.

BKSDA terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa status Sempu merupakan cagar alam yang wajib dilindungi.

Sementara itu, Kepala BKSDA Jawa Timur Nandang Prihadi menuturkan beberapa waktu yang lalu memang pernah ada usulan untuk mengubah fungsi sebagian kawasan cagar alam Sempu untuk menjadi taman wisata alam.


"Namun ada yang pro dan ada yang kontra, sehingga proses tidak dilanjutkan. Kondisi saat ini, beberapa wisata di sekitar Sempu membuat banyak orang datang ke sana," kata Nandang terpisah.

"Tentu saja, itu menjadi kunjungan ilegal. Nah, ini yang terus kita lakukan sosialisasi dan pembinaan karena selama statusnya cagar alam, tidak boleh ada kegiatan wisata," pungkas Nandang.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com