Pendekar di Kediri Siap Diproses Hukum Jika Rusuh Saat Malam Suro

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Jumat, 30 Agu 2019 20:17 WIB
Deklarasi damai dan rapat koordinasi pengamanan malam satu Suro (Foto: Andhika Dwi Saputra)
Deklarasi damai dan rapat koordinasi pengamanan malam satu Suro (Foto: Andhika Dwi Saputra)
Kediri - Menjelang Tahun Baru Islam 1441 Hijriah, polisi mengajak seluruh organisasi pencak silat deklarasi damai. Pada malam satu Suro nanti diprediksi banyak pesilat menggelar ritual.

"Kita sudah mulai persiapan untuk sistem pengamanan malam Tahun Baru Islam atau Malam Suro yang biasanya banyak para pesilat akan menggelar acara ritual," ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi usai memimpin acara deklarasi damai dan rapat koordinasi pengamanan malam satu suro di Gedung Rupatama Mapolresta Kediri, Jumat (30/8/2019).

Rakor tersebut diikuti sembilan pimpinan organisasi pencak silat yang ada di Kota Kediri. Kemudian tampak pula Forkopimda, Muspika, dan Muspida. Menurut Anthon, kegiatan rakor ini adalah upaya pihak keamanan dan panitia maupun pengurus perguruan pencak silat, dalam mengantisipasi kemungkinan gesekan antar perguruan.


"Intinya kita lebih mencegah dan antisipasi adanya gesekan kecil antar pesilat. Sehingga kita buatkan nota kesepakatan bersama untuk saling menjaga wilayah masing-masing," Jelas Anthon.

Dalam nota kesepakatan hasil Rakor bersama, ada lima poin yang wajib dipatuhi seluruh perguruan silat. Salah satunya, pesilat yang melanggar hukum dalam menyambut Tahun Baru Islam akan diproses secara hukum dan tidak membawa nama baik perguruan dalam kasus hukum (tanggung jawab pribadi).


"Jika salah satu peserta acara dari perguruan pesilat melanggar wajib taat diproses hukum. Alhamdulillah semua pimpinan pesilat sepakat untuk menyosialisasikan kepada para anggota pesilat," Imbuh Anthon

600 personel gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, dan pengamanan internal akan turut berpartisipasi dalam jalannya pengesahan maupun perayaan malam satu suro. (iwd/iwd)