Polisi Minta Mahasiswa Papua Pro Aktif Ungkap Kasus Rasisme

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 29 Agu 2019 15:59 WIB
Polisi jumpa pers penetapan tersangka kasus di asrama mahasiswa Papua (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Polisi masih mendalami kasus ujaran rasialisme di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya. Polisi berharap mahasiswa Papua bersedia memberikan keterangan terkait apa yang sebenarnya terjadi. Keterangan dari mahasiswa asal Papua ini akan membantu penyidikan.

"Kita berharap ada saksi, kita sudah panggil saksi mahasiswa Papua, ini sudah kita layangkan mudah-mudahan ada saksi lainnya," kata Luki saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (29/8/2019).


Dalam kasus ini, Luki mengatakan sudah memeriksa beberapa saksi dan telah menetapkan satu tersangka hoaks dan ujaran kebencian. Namun, tak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

"Mudah-mudahan ini juga kita akan mengumpulkan tersangka lainnya," imbuhnya.


Hingga kini, Luki mengaku telah memeriksa 29 saksi. Rinciannya, ada 22 saksi dari masyarakat dan 7 saksi ahli. Dari 22 saksi tersebut, satu saksi atas nama Tri Susanti atau Mak Susi ditetapkan menjadi tersangka.

"Dari penyidikan Polda Ada 29 saksi yang diperiksa, 7 ahli, 22 saksi masyarakat. Kemarin sore kami sudah menetapkan satu tersangka berinisial TS dengan beberapa pasal yaitu UU ITE, UU KUHP 160, dan UU No 1 tahun 46 tentang peraturan hukum pidana ini yang membuat provokasi dan menimbulkan kerusuhan," pungkasnya.



Tonton juga video DPR Usulkan Jokowi Buat Kementerian Urusi Indonesia Timur:

[Gambas:Video 20detik]

(hil/iwd)