detikNews
Kamis 11 Juli 2019, 11:18 WIB

106 Hektare Lahan Pertanian di Tulungagung Dilanda Kekeringan

Adhar Muttaqin - detikNews
106 Hektare Lahan Pertanian di Tulungagung Dilanda Kekeringan Koordinator POPT Dinas Pertanian Tulungagung Gatot Rahayu/Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Sekitar 106 hektare lahan pertanian di Tulungagung mengalami kekeringan. Kemudian 13 hektare di antara tidak terselamatkan atau mengalami puso.

Untuk mempercepat penanganan dinas pertanian setempat membentuk posko kekeringan. Koordinator POPT Dinas Pertanian Tulungagung Gatot Rahayu mengatakan, lebih dari seratus hektare lahan terdampak kekeringan tersebut tersebar di 13 desa di Kecamatan Bandung dan Besuki. Lahan yang terdampak seluruhnya persawahan.

"Rinciannya untuk yang kekeringan ringan 70 hektare, sedang 14 hektare, kategori berat sembilan hektare dan puso sebanyak 13 hektare," kata Gatot, Kamis (11/7/2019).


Para petani saat ini kesulitan mendapatkan pasokan air untuk tanaman padinya. Karena saluran irigasi maupun sebagian besar sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan telah mengering. Akibatnya tanaman padi yang rata-rata telah berusia di atas 75 hari mengering dan puso.

"Para petani ini mulai melakukan tanam padi pada saat pasokan air masih ada. Namun setelah dua bulan berjalan ternyata sudah tidak ada hujan sama sekali, sehingga tidak bisa memenuhi pasokan air," ujarnya.

Kondisi musim kering tahun ini diprediksi lebih parah dan lebih lama dibanding dengan tahun sebelumnya. Sebab datangnya musim kemarau lebih awal. Tahun lalu para petani masih bisa mendapatkan pasokan air meskipun hanya mengandalkan air hujan.

"Tapi sekarang sudah tidak hujan sama sekali. Tahun lalu tidak sampai puso karena sesekali masih turun hujan," imbuhnya.


Di sisi lain Gatot mengaku kesulitan untuk mengajak para petani beralih jenis tanaman dari padi ke palawija. Petani biasanya akan selalu menanam padi selama pada saat awal tanam masih ada pasokan air.

Untuk mengurangi risiko yang lebih besar akibat kekeringan ini, Dinas Pertanian Tulungagung melakukan berbagai strategi. Di antaranya dengan memaksimalkan mesin pompa untuk menyedot air di beberapa sumber atau sungai yang masih tersisa. Selain itu, pihaknya juga membentuk posko tanggap darurat kekeringan lahan pertanian.

Gatot menambahkan, selain Kecamatan Besuki dan Bandung, beberapa kecamatan lain juga berpotensi mengalami kekeringan. Yakni Campurdarat, Kalidawir dan Pakel. Bahkan beberapa di antaranya rutin mengalami kekeringan setiap tahun.



Simak Video "Sudah 7 Bulan Warga di Buton Selatan Alami Kekeringan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com