Gara-gara Rem Truk, Rombongan Guru Gresik Batal ke Bali

Round-Up

Gara-gara Rem Truk, Rombongan Guru Gresik Batal ke Bali

Suki Nurhalim - detikNews
Jumat, 05 Jul 2019 09:34 WIB
MPV yang ringsek dalam kecelakaan beruntun/Foto: Istimewa
Surabaya - Kecelakaan beruntun di Jalan Hutan Baluran Situbondo merenggut satu nyawa dan belasan korban luka. Kecelakaan tersebut memupus niat rombongan guru asal Gresik untuk liburan ke Bali.

Kamis (4/7) pukul 16.00 WIB, kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi di jalur pantura Hutan Baluran. Enam kendaraan tersebut yakni dua bus pariwisata yang membawa rombongan guru asal Gresik, dua truk, sebuah MPV, dan pikap jenis L-300.

Seperti keterangan yang dihimpun detikcom, kecelakaan beruntun terjadi saat dua bus pariwisata itu membawa guru asal Gresik dari arah Surabaya menuju Banyuwangi. Tiba di lokasi kejadian, bus berhenti beriringan karena ada proyek perbaikan jalan.

Saat itulah tiba-tiba dari belakang muncul Mobil Ertiga yang langsung menabrak bus pariwisata hingga ringsek. Berikutnya muncul sejumlah kendaraan dari arah belakang yang kemudian menabrak kendaraan di depannya. Bahkan, bus paling depan sampai terperosok ke parit di tepi jalan akibat tertabrak truk yang kemudian terguling di tengah jalan.

Kecelakaan itu menyebabkan sejumlah penumpang mengalami cedera dan satu orang meninggal dunia. kemudian pengemudi MPV Suzuki Ertiga dengan nopol BP 1096 ME cukup lama terjepit kabin mobilnya yang ringsek.

Seperti data dari Polres Banyuwangi, korban luka ringan yang mendapatkan perawatan sebanyak 15 orang. Sementara yang mengalami luka berat seperti patah tulang dan cedera berat di kepala sebanyak 3 orang.


"Yang berat dan sebagian yang ringan dirujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi," Kapolsek Wongsorejo AKP Kusmin.

Selain korban luka berat dan ringan, satu orang dikabarkan meninggal dunia. "Satu orang meninggal dunia masih di Puskesmas Wongsorejo," imbuhnya.

Korban meninggal dunia atas nama Masrukah (55), warga Usman Sadar 4/9 RT 01 RW 02 Desa Karang Turi Kecamatan/Kabupaten Gresik. Guru ini merupakan penumpang bus II. Korban mengalami cedera di kepala hingga mengakibatkan meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia di TKP. Saat ini berada di Puskesmas Wongsorejo," ujar Bambang Purwoko, Kepala Jasa Raharja Cabang Banyuwangi kepada detikcom.

Luka berat dialami pengemudi Ertiga Nomer Polisi BP 1096 ME Suwandy Sucioto (39). Ia merupakan warga Komplek Sakura Garden II No. 2 Batam, yang mengalami cedera pada kepala, luka lecet pada tangan kanan. Selain itu pengemudi bus II, Anwar Suyono (33) warga Purwoasri RT 04 RW 08 Singosari Malang mengalami cedera pada kepala dan cedera pada kaki kiri.

Sementara luka ringan juga dialami oleh penumpang kendaraan Bus II atas nama Roben (60), warga Simpang Nias 17 RT 003 RW 007 Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik; Sujiati (45), warga Jalan Panglima Sudirman 120 Desa Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik,


Kemudian Defitra S. Si, (34), warga Manyar Kartika, Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya; Muamar Saiful (26), warga Pecindilan Sumur 3 Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng, Surabaya; Siryantoko (61), warga Desa Ngipik, Gresik; Sugi Astuti (55), warga Desa Ngipik, Gresik; dan Rini Nur Yati (51), warga Simpang Nias 17, Desa Randu Agung, Kecamatan Kebomas, Gresik. Mereka mengalami luka ringan di kepala, kaki dan tangan.

Kecelakaan terjadi diduga akibat rem blong. "Dugaan awal kecelakaan ini dipicu rem truk blong. Sehingga menabrak rangkaian kendaraan di depannya, yang berhenti karena ada perbaikan jalan. Tapi kepastiannya masih diselidiki," kata Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Hendrix K Wardhana.

Prawoto, warga asal Gresik mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang terjadi Jalan Hutan Baluran. Prawoto yang berada di belakang sopir bus menceritakan detik-detik kecelakaan.

"Kalau dengar dari teman itu Mobil Ertiga yang langsung menabrak bus III yang ada di belakang kita. Di belakang lagi ada truk kemudian menabrak Ertiga dan bus III. Posisi saya di bus II itu langsung nyemplung ke parit hutan," ujar Prawoto di Puskesmas Wongsorejo, BanyuwangI.

Kecelakaan karambol itu membuat rombongan guru dan pengawas taman kanak-kanak (TK) dari Kabupaten Gresik batal melanjutkan perjalanan menuju Bali. Mereka kembali ke Gresik setelah terjadi insiden ini. Terlebih, yang meninggal adalah guru TK dari Gresik yakni Masrukah.

"Kita balik saja. Karena banyak korban luka dan satu orang meninggal dunia. Kami berduka. Tidak elok jika dilanjutkan perjalanan ke Bali. Jenazah sudah dibawa ambulans ke rumah duka. Sementara bus lain juga kembali ke Gresik," pungkas Prawoto, salah satu pengawas TK.

Simak Video "Ketidakadilan di Jalan Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/bdh)