50 Calon Siswa Ponorogo Masuk SMP Favorit Pakai Surat Domisili Abal-abal

Charolin Pebrianti - detikNews
Jumat, 21 Jun 2019 10:56 WIB
Proses pendaftaran siswa ke SMPN 1 Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Masyarakat menemukan 50 calon siswa SMPN 1 Ponorogo masuk menggunakan Surat Keterangan Domisili (Suketdom) 'abal-abal' dalam PPDB sistem zonasi. Komisi A DPRD Ponorogo memanggil pihak sekolah.

Para calon siswa tersebut tidak masuk zonasi atau berjarak 5 km dari sekolah sesuai KK masing-masing. Namun kini mereka bisa masuk dan diterima di sekolah yang dituju dengan menggunakan Suketdom 'abal-abal'.

"Banyak wali murid yang menyelewengkan aturan dengan memindah anak secara domisili," kata Anggota Komisi A Rahmat Taufik kepada detikcom, Jumat (21/6/2019).


Taufik menjelaskan, ada indikasi pihak desa atau kelurahan sengaja mengeluarkan Suketdom tanpa melihat kondisi di lapangan. Menurutnya, diterimanya calon siswa dari luar zonasi sudah pasti merugikan para calon siswa yang ada dalam zonasi.

"Padahal sesuai aturan Suketdom dipakai untuk siswa yang berada di dalam zonasi, kalau yang pakai malah di luar zonasi dan keterima kan kasihan yang di dalam zonasi tersingkir," imbuhnya.

Ia menambahkan, sekolah boleh menerima 90 persen siswa dalam zonasi, 5 persen mutasi kerja orang tua dan 5 persen prestasi siswa. Namun SMPN 1 Ponorogo merupakan sekolah favorit di Bumi Reog, wali murid berlomba-lomba memasukkan anaknya ke sekolah tersebut. Meski harus menggunakan Suketdom.


"Banyak orangtua yang membuat Suketdom agar anaknya bisa masuk sekolah favorit," terangnya.

Taufik menegaskan bakal mencoret dan mengembalikan siswa yang ketahuan melanggar aturan. Ia ingin mengamankan hak calon siswa yang berada dalam zonasi.

"Masalahnya kan banyak keluhan wali murid yang merasa aman masuk zonasi tapi tergusur karena adanya pendaftar yang menggunakan Suketdom," pungkasnya.


Simak Blak-blakan Mendikbud: Menjawab Kontroversi Sistem Zonasi

[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat)