detikNews
Minggu 19 Mei 2019, 12:00 WIB

Protes Jalan Rusak, Warga Tulis 'Pajek Telat Didendo, Dalan Ajor Dijarno'

Muhajir Arifin - detikNews
Protes Jalan Rusak, Warga Tulis Pajek Telat Didendo, Dalan Ajor Dijarno Warga menanam pohon pisang di tengah jalan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Berbagai cara dilakukan warga memprotes jalan rusak seperti dengan unjukrasa dan berbagai bentuk sindiran. Protes jalan rusak yang dilakukan warga Desa Gendro, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan ini 'makjleb' banget.

Untuk memprotes kerusakan jalan penghubung antar desa, warga menanam pohon pisang di tengah jalan di salah satu titik kerusakan. Kemudian selembar kertas kardus berisi tulisan ditempelkan di pohon pisang tersebut. Dengan menggunakan huruf kapital berukuran cukup besar, tulisan tersebut bisa terbaca dengan jelas oleh para pengendara.

Protes jalan rusak dengan menanam pohon memang sudah sering dilakukan untuk menyindir pemerintah. Namun tulisan yang terpasang di pohon membuat sindiran lebih tajam.

"PAJEK TELAT DIDENDO, DALAN RUSAK DIJARNO!," demikian isi tulisan tersebut. Dalam bahasa Indonesia, terjemahannya kurang lebih 'pajak telat didenda, jalan rusak dibiarkan!'.


"Sudah seminggu pohon ini. Warga kesal rusak nggak diperbaiki," kata Sukarlan, warga Desa Gendro, Minggu (19/5/2019).

Jalan penghubung Desa Gendro-Desa Blarang-Desa Kayukebek mengalami kerusakan di banyak titik. Aspal mengelupas hingga menyisakan batu kricak. Lubang dan gelombang juga tampak di banyak lokasi.

Kerusakan jalan menghambat mobilitas warga. Perekonomian juga terganggu karena jalur distribusi barang terhambat.


Kapolsek Tutur AKP Akhmad Sukiyanto mengatakan jalan rusak memang sudah cukup lama. "Sejak Desember 2017 sudah rusak jalan ini," katanya.

Meski demikian ia berharap warga segera mencabut pohon tersebut agar tak mengganggu pengendara. "Kami akan koordinasi dengan warga dan pihak terkait. Kami berharap disingkirkan karena menganggu pengendara," pungkasnya.

Kawasan Tutur Kabupaten Pasuruan atau yang lebih dikenal dengan Nongkojajar merupakan kawasan agrowisata. Kawasan penyanggah Gunung Bromo ini menghasilkan apel, paprika, durian, hingga kopi. Bunga krisan dan mawar juga produk andalan Nongkojajar.

Selain itu, banyak desa yang tengah dikembangkan sebagai desa wisata seperti Kayukebek, Kalipucang dan lainnya. Infrastruktur jalan yang memadai merupakan sarat utama pengembangan pariwisata.



Simak Juga 'Aksi Gadis di Ciamis Mandi Lumpur Protes Jalan Rusak':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed