detikNews
Senin 06 Mei 2019, 13:27 WIB

Pemkot Malang Minta Non Muslim Tidak Makan Minum Secara Demonstratif

Muhammad Aminudin - detikNews
Pemkot Malang Minta Non Muslim Tidak Makan Minum Secara Demonstratif Wali Kota Malang Sutiaji/Foto: Hilda Meilisa Rinanda (File detikcom)
Malang - Lagi-lagi Pemkot Malang mengeluarkan imbauan menggelitik menyambut bulan puasa Ramadhan. Bagaimana tidak, pada salah satu poin menyatakan agar warga non muslim untuk tidak makan, minum serta merokok secara demonstratif.

Kalimat kontroversi ini tertuang dalam pengumuman yang diterbitkan oleh Wali Kota Malang Sutiaji Nomor 4 Tahun 2019 tentang menyambut dan menghormati bulan suci Ramadhan tahun 1440 hijriyah.

Surat yang ditandatangani Wali Kota Malang pada 30 April 2019 itu diposting melalui akun twitter resmi milik Pemkot Malang @PemkotMalang.


Ada tiga elemen yang disasar dalam pengumuman itu, pertama ditujukan kepada umat Islam, kedua non muslim, dan terakhir untuk pengusaha.

Pada huruf A poin 3 misalnya, dituliskan melaksanakan syi'ar agama, sehingga tampak dan terasa dalam berkehidupan bermasyarakat dan berbangsa di negara kita yang berketuhanan yang maha esa.

Sedangkan di huruf B lebih ditujukan untuk warga selain penganut agama Islam. Pada poin 1 tentang Kesadaran dan kesediaan saling menghormati saudara sebangsa dan setanah air yang sedang menjakankan ibadah puasa. Poin 2, warga non muslim diminta untuk tidak makan minum serta merokok secara demonstratif baik di warung maupun tempat lainnya, karena dapat mengganggu perasaan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Poin 3 yang meminta agar warga yang mengadakan pesta penikahan atau pesta peringatan lainnya pada siang hari harus dilakukan di tempat tertutup.

Sedangkan di huruf C pon 10 Pemkot membrikan imbauan bagi pedagang tajil agar tidak berada di badan jalan, tidak menutup jalan dan mengganggu lalu lintas.


Kepala Bagian Humas Pemkot Malang Nur Widiyanto mengaku, sebenarnya tidak ada yang berbeda dalam narasi yang tertulis di pengumuman itu. Karena ini merupakan rutinitas tahunan yang dikeluarkan Pemkot Malang menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

"Sebenarnya tidak ada yang berbeda, dari tahun ke tahun seperti itu. Narasinya hampir sama, termasuk kata demontratif, sebab saat perayaan Natal dan Tahun Baru kemarin tersampaikan yang sama," ungkap Nur Widiyanto kepada detikcom, Senin (6/5/2019).

Menurut dia, reaksi netizen atas pengumuman itu akan menjadi masukan berarti bagi Pemkot Malang, untuk melakukan evaluasi dalam membuat pengumuman yang sama tahun depan.

"Tentunya kami berterima kasih kepada publik dan netizen yang sudah memberikan masukannya. Kedepan akan bisa menjadi bahan evaluasi dalam membuat narasi pengumuman menyambut ramadhan maupun perayaan hari besar lainnya," tegasnya.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed