detikNews
Rabu 24 April 2019, 22:22 WIB

Kuasa Hukum Vanessa Angel Minta Foto Rian Diiklankan

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kuasa Hukum Vanessa Angel Minta Foto Rian Diiklankan Vanessa Angel meninggalkan ruang sidang (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya - Sosok pengguna jasa prostitusi Vanessa Angel, Rian Subroto masih menjadi misteri. Rian ternyata sudah dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak kepolisian sejak sebulan lalu.

"Iya yang menerbitkan Polda Jatim sejak tanggal 15 Maret 2019," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novanto Arianto saat dikonfimasi, Rabu (24/4/2019).

Novanto menjelaskan dalam berkas perkara Vanessa, sosok Rian masih menjadi saksi. Namun pada kenyataannya Rian ditetapkan sebagai DPO.

"Rian kalau dalam berkasnya Vanessa masuk dalam posisi Daftar Pencarian Orang, sampai sekarang pun kami masih berupaya mencari bantuan kepada penyidik untuk mencari. Karena pada sidang muncikari menjadi saksi, tapi untuk perkara ini, kita DPOkan karena sampai saat ini, polisi mencari yang bersangkutan," imbuh Novanto.


Sedangkan undang-undang yang digunakan untuk memasukkan Rian ke dalam DPO yakni pasal 224 KUHP. "Ini yang diterapkan, kalau dalam perkara pidana seseorang yang dipanggil wajib untuk menjadi saksi," jelas Novanto.

Menurutnya hingga saat ini keterangan dari Rian masih diperlukan. Sebab Rian terlibat langsung dengan perkara prostitusi online yang melibatan Vanessa.

"Harus dicari karena dia yang terlibat secara langsung," tambah Novanto.

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Vanessa, Abdul Hakim meminta pihak kepolisian untuk lebih terbuka. Ia minta kepolisian untuk mengumumkan status Rian sebagai DPO ke media.


"Kalau Rian ditetapkan sebagai DPO, tanggal berapa, bulan berapa, 15 Maret ya diumumkan lha di media kan itu polisi yang mengeluarkan DPO. Kenapa kok baru DPO dicari lha," ujar Malik.

Bahkan, Malik berencana akan membantu pihak kepolisian untuk mengiklankan Rian. Sehingga sosok misterius itu lekas ditemukan dan hadir di persidangan.

"Fotonya Rian disebar, kalau memang Rian DPO aturannya ada fotonya, ada tinggi badannya ada kulitnya. Saya minta polisi harus jujur, sebarkan DPOnya. Saya siap nanti membantu andai kata ada media yang berwarna saya akan mengiklankan di media massa," pungkas Malik.
(sun/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed