DetikNews
Senin 22 April 2019, 19:04 WIB

Diduga Ada Penggelembungan Suara, Penghitungan di PPK Lamongan Diulang

Eko Sujarwo - detikNews
Diduga Ada Penggelembungan Suara, Penghitungan di PPK Lamongan Diulang Penghitungan di PPK Lamongan Diulang/Foto: Eko Sujarwo
Lamongan - Aksi protes mewarnai rekapitulasi penghitungan ulang surat suara di PPK Kecamatan Lamongan, Senin (22/4/2019). Protes terjadi karena saksi salah satu parpol memprotes amplop C1 yang dalam keadaan tidak tersegel atau terbuka segelnya.

Aksi protes ini bermula ketika saksi dari Partai Perindo yang bernama Muhtadi memprotes kondisi amplop C1 yang tak bersegel. Akibat protes ini, penghitungan suara ulang yang ketika itu sedang berlangsung pun harus dihentikan selama beberapa waktu. "Mengapa amplop C1 terbuka dan tidak dilakukan penyegelan. Jangan mempermainkan kami. Harusnya penyelenggara pemilu mematuhi aturan sebagaimana mestinya," kata Muhtadi.

Sebelumnya, pada Minggu (21/4/2019) malamh, Muhtadi juga memprotes hasil rekapitulasi hasil penghitungan surat suara di PPK Lamongan. Pasalnya, Muhtadi menduga ada penggelembungan suara ke partai tertentu di TPS yang ada di Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan. Dari aksi protes ini, akhirnya sejumlah saksi dari parpol lain meminta untuk dilakukan penghitungan ulang.


"Total hasil keseluruhan surat suara sah yang diperoleh salah satu parpol, yaitu Partai Demokrat hanya mencapai 219. Namun oleh penyelenggara ditulis 221 di form C1," terang Muhtadi.

Saat dilakukan penghitungan surat suara ulang, memang benar terjadi selisih tiga suara yang lari ke pada partai dan caleg Demokrat. Pernyataan ini juga dibenarkan oleh Ketua Panwascam Lamongan Sanawar. "Jadi memang benar kita juga menemukan adanya selisih antara Plano dan hasil perolehan suara di C1 tiga suara yang lari ke salah satu partai politik tertentu. Sehingga kita rekomendasikan untuk penghitungan ulang," katanya.

Terpisah, Ketua PPK Kecamatan Lamongan Eko Budianto mengaku jika selisih tersebut karena adanya penulisan di C1 yang salah. Saat itu, kata Eko, petugas PPK sangat kelelahan menghadapi pemilu serentak ini. Alasan itulah yang menyebabkan petugas kurang konsentrasi saat menulis. Apa lagi penghitungan surat suara dilakukan pada malam hari.


"Faktornya adalah kelelahan petugas kami. Dan sesuai dengan rekomendasi Panwascam hari ini kita lakukan penghitungan ulang," karena Eko.

Sementara itu, terpisah Ketua DPC Partai Demokrat Lamongan, Deby Kurniawan saat dikonfirmasi wartawan membantah adanya dugaan praktik penggelembungan suara yang terjadi di partainya. Menurut Iwan, adanya tiga suara yang masuk di partainya adalah murni kesalahan penulisan.

"Yang jelas kami tidak melakukan hal seperti itu. Kita tahu para penyelenggara melakukan kerja yang ekstra ini adalah murni kesalahan tulis dari beberapa petugas," terang Iwan.


Simak Juga 'KPU Catat 2.249 TPS Bermasalah di Pemilu 2019':


Simak Juga '
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed