detikNews
Senin 18 Maret 2019, 18:13 WIB

Temui Relawan dan Kiai di Mataraman, Sandi: Tak Ada Tempat Paham Garis Keras

Adhar Muttaqin - detikNews
Temui Relawan dan Kiai di Mataraman, Sandi: Tak Ada Tempat Paham Garis Keras Sandi Temui Ribuan Relawan dan Kyai di Mataraman/Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Cawapres Sandiaga Salahudin Uno kembali melakukan safari politik di Jawa Timur. Saat di Tulungagung, Sandi bertemu ribuan relawan dan para kiai di wilayah Mataraman.

Kegiatan yang diinisiasi relawan keumatan tersebut digelar di Lapangan Pema Ngunut, Tulungagung. Sejumlah kiai, habib dan gus dari 14 kabupaten/kota di wilayah barat Jatim turut hadir. Di antaranya dari Ponpes Tebuireng Jombang, Ponpes Alfalah Mojo Kediri, Ponpes Hidayatul Mubtadiien Ngunut dan beberapa pesantren lainnya.

Sandiaga mengaku pertemuan ini merupakan bagian penting dalam menghadapi hari H pencoblosan, kurang satu bulan lagi. Pihaknya ingin menyampaikan pesan dan komitmen kepada para relawan untuk disampaikan ke masyarakat.

"Menyampaikan pesan 30 hari terakhir untuk disampaikan ke masyarakat, bahwa Prabowo Sandi berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya khususnya ke anak muda dengan program OKE OCE dan rumah kerja, kita hadirkan peluang kerja untuk anak muda," kata Sandi, Senin (18/3/2019).


Selain itu pihaknya juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tetap murah dan terjangkau, termasuk untuk membuat tarif listrik tidak mahal.

SSU juga meminta para relawannya untuk menyampaikan ke masyarakat, jika pasangan nomor urut dua berkomitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dengan tetap berdasar pada Pancasila. Di sisi lain pihaknya juga ingin menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin.

"NKRI harga mati, Pancasila dan UUD 45 menjadi landasan kita ke depan, ini yang menjadikan kami optimistis menatap 30 hari ke depan," imbuhnya.

Penyampaian pernyataan itu juga sempat disampaikan langsung cawapres di hadapan ribuan massa. Sandi mewanti-wanti para pendukungnya agar tidak mudah termakan kabar hoaks tentang spekulasi mengubah landasan bernegara.


"Pancasila sudah final, bhinneka tunggal ika final, NKRI harga mati, jangan mau diberikan hoaks. Seperti yang tadi disampaikan Gus Irfan, ya banyak sekali hoaks menimpa kami mengesampingkan fakta, menyampaikan narasi-narasi yang sama sekali adalah fitnah," ujarnya.

"Prabowo-Sandi tegas tidak ada tempat paham-paham garis keras ekstremisme, tidak ada toleransi Prabowo-Sandi terhadap paham komunisme di Indonesia," imbuh Sandi.



Tonton juga video Ini Pengakuan Bu Nis Penderita Kanker Tak Tercover BPJS yang Dibahas Sandi:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com