12.495 KK Terdampak, Banjir di Jatim Juga Rendam 514 Hektar Sawah

12.495 KK Terdampak, Banjir di Jatim Juga Rendam 514 Hektar Sawah

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 15:30 WIB
Banjir di Madiun Kamis 7 Maret/File detikcom
Banjir di Madiun Kamis 7 Maret/File detikcom
Surabaya - Banjir menerjang 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Data yang ada, sebanyak 12.495 KK ikut terdampak. Selain itu, ratusan hektar sawah pun turut terendam.

BPBD Jatim menyebut daerah yang terparah dilanda banjir ada di Madiun. Total ada 39 desa, 8 kecamatan di Kabupaten Madiun terendam banjir. Hal ini menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa yang ikut terdampak banjir.

Namun hingga kini, belum ada laporan korban meninggal atau luka-luka akibat dampak banjir. Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono mengatakan korban banjir di sejumlah kabupaten masih nihil.

"Tidak ada korban," kata Suban saat dihubungi detikcom di Surabaya, Jumat (8/3/2019).


Sementara untuk kerugian materi yang diakibatkan lantaran banjir, Suban mengaku pihaknya masih melakukan penghitungan. Selain itu, pihaknya juga masih melakukan penanganan darurat. Seperti evakuasi, pemberian bantuan makanan, pendirian tenda, hingga pendataan dampak banjir.

"Untuk kerugian masih kita lakukan assesment," imbuh Suban.

Banjir di Madiun/Banjir di Madiun/Foto: File detikcom

Suban pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dalam menghadapi banjir. Selain itu, potensi terjadinya longsor dan puting beliung juga masih ada mengingat curah hujan yang cukup tinggi.

"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung. Potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah di Jatim," pungkasnya.


Berikut data 15 Kabupaten dan Kota yang terdampak banjir:

1. Kabupaten Madiun
Banjir akibat meluapnya sungai Jeroan yang merupakan anak sungai Madiun. Sebanyak 39 desa, 8 kecamatan di Kabupaten Madiun terendam banjir sehingga menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak banjir. Rumah rusak berat 2 unit, sawah tergenang 253 Ha, tanggul rusak 3 titik, jembatan rusak 2 unit, gorong-gorong rusak 1 unit, dan ribuan ternak terdampak. Bupati Madiun telah menetapkan masa tanggap darurat banjir selama 14 hari yaitu tanggal 6-19 Maret 2019.

2. Kabupaten Nganjuk
Banjir disebabkan luapan air Sungai Kuncir di Desa Sonopatik Berbek sehingga banjir merendam jalan raya dan pemukiman warga di 8 dusun, 3 kelurahan, 12 desa, 6 kecamatan dengan ketinggian 10-100 cm. Sebanyak 456 KK terdampak banjir. Pendataan dan penanganan darurat masih masih dilakukan.

3. Kabupaten Ngawi
Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun. Banjir merendam rumah warga sebanyak 4.490 KK di 18 desa, 6 kecamatan di Kabupaten Ngawi dengan ketinggian 50-100 cm.

Banjir di Ngawi/Banjir di Ngawi/File detikcom

4. Kabupaten Magetan
Banjir akibat meluapnya air sungai ke jalan desa dari RT 13 sampai dengan RT 17 Desa Ngelang Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Ketinggian air mencapai 125 cm serta menggenangi rumah warga sejumlah 284 rumah.


5. Kabupaten Sidoarjo
Banjir disebabkan luapan Sungai Avoer Krembung II sehingga berdampak pada rumah tergenang sebanyak 498 KK di 3 desa dengan ketinggian 20-40 cm.

6. Kabupaten Kediri
Banjir akibat air luapan di Desa Gempolan Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, menyebabkan SDN Gembolan 1 terendam air setinggi 30-50 cm.

7. Kabupaten Bojonegoro
Banjir akibat meluapnya air Sungai Pacal yang berdampak pada 23 desa, 8 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dengan ketinggian air 30-40 cm. Sebanyak 1.382 rumah dan 121 hektar sawah terendam banjir.

8. Kabupaten Tuban
Banjir merendam wilayah di Kecamatan Parengan akibat meluapnya Sungai (Kali Kening) sehingga 10 desa di Kecamatan Parengan terendam dan berdampak pada persawahan tergenang 140 Ha, rumah tergenang 620 KK, jalan poros tergenang dengan ketinggian 20-90 cm, kantor pemerintahan tergenang 3 unit, sekolah tergenang 4 unit dan tempat ibadah tergenang 7 unit.

Banjir merusak sawah Bojonegoro/Banjir merusak sawah Bojonegoro/File detikcom


9. Kabupaten Probolinggo
Puting beliung dan banjir terjadi di Desa Tambak Rejo Kecamatan Tongas. Akibat kejadian tersebut berdampak pada 1 orang meninggal dunia dan 1 orang luka ringan akibat puting beliung. Dampak banjir masih dalam pendataan.

10. Kabupaten Gresik
Banjir akibat luapan Kali Miru berdampak pada 3 kecamatan. Yakni, Kedamaean, Driyorejo, Dukun dengan ketinggian 20-100 cm dan rumah tergenang 90 rumah.

11. Kabupaten Pacitan
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya air Sungai Grindulu di Kecamatan Arjosari yang berdampak pada banjir merendam 10 desa di 2 kecamatan dengan ketinggian air 30-80 cm.

12. Kabupaten Trenggalek
Banjir akibat luapan Sungai Ngasinan di Kecamatan Trenggalek sehingga banjir terjadi di 14 desa, 5 kecamatan dengan ketinggian air 15-200 cm.

13. Kabupaten Ponorogo
Banjir terjadi di wilayah Kecamatan Balong. Ruas jalan dan permukiman di terendam banjir.

14. Kabupaten Lamongan
Banjir akibat luapan Bengawan Solo sehingga merendam 9 desa di 3 kecamatan yaitu di Kecamatan Laren, Maduran dan Babat. Tanggul Sungai Bengawan Solo jebol sepanjang 70 meter. Banjir juga menyebabkan terputusnya akses masuk menuju Dusun Sawo Desa Jangkungsumo sehingga masyarakat harus melewati jalur memutar untuk ke daerah lain. Lebih dari 60 rumah terendam banjir.

15. Kabupeten Blitar
Hujan deras yang turun, Rabu (6/3) pukul 11.00 WIB dan pukul 16.00 WIB menyebabkan terjadi banjir, longsor dan pohon tumbang di wilayah. Wilayah yang terdampak banjir di Dusun Gondanglegi, Desa Sutojayan dengan warga terdampak sebanyak 240 KK.


Simak Juga 'Kasihan, Petani di Ponorogo Gagal Panen Akibat Banjir':

[Gambas:Video 20detik]

(hil/fat)