DetikNews
Jumat 08 Maret 2019, 13:47 WIB

Situs Bangunan Era Majapahit Ditemukan di Proyek Tol Pandaan-Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Malang - Struktur bangunan tua ditemukan di tengah proyek tol Pandaan-Malang, tepatnya di wilayah Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Situs tua itu diyakini berasal dari era Majapahit. Susunan batu bata kuno banyak ditemukan di lokasi.

Batu bata itu ditemukan ketika pengerukan tanah untuk proyek jalan tol. Bukan hanya itu, barang-barang kuno lain, seperti guci, cermin dan uang koin kuno juga ditemukan di lokasi yang sama. Temuan ini juga mengundang perhatian warga, mereka datang ke lokasi untuk melihat langsung peninggalan masa lampau tersebut.

Sejarahwan Dwi Cahyono mengatakan batu bata yang ditemukan mirip dengan struktur bangunan di zaman Majapahit. Bisa jadi, di lokasi tersebut dulunya berdirinya sebuah permukiman.

"Jika melihat batu bata yang ditemukan sangat mirip di era Majapahit, ini bisa jadi dulunya permukiman atau pusat peradaban," terang Dwi kepada wartawan, Jumat (8/3/2019).


Situs ini, kata Dwi, menguatkan jika wilayah Malang timur dulunya merupakan pusat peradaban. Sebelum era kolonial pusat kota digeser ke wilayah barat (alun-alun Malang).

Dwi menduga, susunan batu bata yang ditemukan merupakan anak tangga dari sebuah tempat tinggal. Dia berharap, pengungkapan situs segera ditindak lanjuti, jika perlu dilakukan ekskavasi.

"Barang-barang kuno lain yang ditemukan merupakan barang impor, seperti guci dan uang koin. Kami menduga ini dulunya pemukiman padat, temuan ini sekaligus menjadi titik awal mengungkap teka-teki peradaban di wilayah Malang timur," beber dosen sejarah Universitas Negeri Malang ini.

Dikatakan Dwi, Malang merupakan bagian dari kerajaan Majapahit. Prasasti Pamintihan menulis adanya Desa Pamintihan (Madyopuro) disebut juga sebagai Desa Perdikan yang dipimpin Arya Surung.


Wilayah Pamintihan, lanjut Dwi, memiliki kawasan cukup luas meliputi Sekarpuro. Sekarpuro dan sekitarnya memiliki nama berakhiran pura atau puro, diantaranya Lesanpuro, Madyopuro, dan Ngadipuro.

"Dalam prasasti Pamintihan disebut sebagai Desa Perdikan yang di pimpin oleh Arya Surung. Wilayahnya diyakni berada di Madyopuro, nama belakang puro juga disematkan di daerah sekitarnya menguatkan dulunya adalah permukiman," beber Dwi.

Dwi sangat yakin jika proyek tol Pandaan-Malang melintasi kota kuno di wilayah Malang timur. Untuk itu, Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan harus segera menindaklanjuti temuan ini.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed