DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 10:37 WIB

Saat Ilmu Kebatinan Bikin Suami Depresi Lalu Bunuh Anak dan Istri

Suki - detikNews
Saat Ilmu Kebatinan Bikin Suami Depresi Lalu Bunuh Anak dan Istri Foto: Erliana Riady/File
Surabaya - Entah ilmu kebatinan seperti apa yang sebenarnya dipelajari Nardian. Yang jelas, pria yang dikenal alim itu justru hilang kesadaran dan membantai istri dan anaknya.

Sabtu (16/2) pukul 19.30 WIB, seorang pria warga Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip Kecamatan Doko, Blitar menusuk istrinya berkali-kali dengan pisau. Tak hanya istri, anaknya yang masih berusia 7 bulan menjadi korban amukan pria tersebut.

Padahal pelaku sebelumnya salat isya berjamaah dan bercengkerama dengan keluarga. Pelaku yang kemudian diringkus warga sekitar dan diamankan ke Polres Blitar diketahui bernama Nardian (38). Sedangkan korbannya bernama Sri Dewi (29) dan sang buah hati Vika Nadhira.

"Tiba-tiba pelaku masuk ke gudang dan mengambil pisau dapur. Saya tanya, buat apa pisau itu...istighfar," kata Sugeng kepada detikcom ditemui di kamar mayat RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Minggu (17/2).


Sebelum diringkus, pelaku sempat keluar rumah dan melepas semua bajunya. Dengan kondisi telanjang, pelaku lari dan berdiri di tengah jalan.

"Dia lari ke tengah jalan sambil azan," tambah Sugeng.

Di mata masyarakat, Radian dikenal sebagai sosok yang alim. Beberapa tetangga menduga, pria itu tega membantai anak istrinya karena depresi.

"Nardi itu alim orangnya. Dia sering jadi khatib di masjid desa ini," kata Hariyono Ketua RT 4 Dusun Sumbermanggis pada detikcom di rumah duka.


Namun sejak diketahui memperdalam ilmu kebatinan, tingkah polahnya jadi janggal dan sering emosi. Rudi, tetangga dekat pelaku menuturkan, jika kondisi saat siang perilaku normal seperti orang waras pada umumnya. Namun dia berubah temperamental saat azan maghrib menggema.

Saat Ilmu Kebatinan Bikin Suami Depresi Lalu Bunuh Anak dan IstriFoto: Erliana Riady

"Pokok pendak azan magrib, wes mulai oyeng (Pokok setiap azan magrib selalu mulai resah)," kata Rudi kepada detikcom.

Meski keluarga korban menolak jenazah diautopsi, polisi tetap melakukan demi mengungkap penyebab kematian korban. Autopsi kedua mayat dilakukan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

"Walaupun keluarga keberatan, autopsi tetap kami lakukan. Karena ini kasus pembunuhan jadi harus melalui prosedur ini untuk mengetahui penyebab kematian korban," kata Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanudin saat ditemui detikcom di Mapolres Blitar.


Hasilnya, penyebab kematian Sri Dewi dan Vika dikarenakan tusukan-tusukan yang menembus organ dalam. Sri memiliki 9 luka tusuk dan satu luka tangkis bacokan di lengan. "Luka tusuk di bahu menembus rongga dada, tulang iga, paru dan jantung," kata Burhanudin.

Sedangkan luka Vika di pipi kiri hingga patah tulang. Di atas mata dan pipi kanan menembus tulang mata dan tulang pipi kanan.

Supriyadi, sang mertua pelaku tidak pernah membayangkan kejadian memilukan itu dialami keluarganya. Pria sepuh ini sangat kaget saat mengetahui kondisi anak perempuan dan cucunya bermandikan darah sambil berteriak minta tolong.

"Saya tahunya, begitu pintu dibanting keras, Nardi terus menusuki anak sama cucu saya," ujar Supriyadi mengawali cerita dengan bahasa Jawa kepada detikcom di rumah duka.


Jenazah Sri dan Vika dimakamkan di tempat pemakaman desa setempat. Keduanya dimakamkan dalam satu liang lahat.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed