DetikNews
Senin 21 Januari 2019, 12:03 WIB

Dari 8 Rumah Karaoke di Kota Blitar, Hanya Satu yang Lolos Izin

Erliana Riady - detikNews
Dari 8 Rumah Karaoke di Kota Blitar, Hanya Satu yang Lolos Izin Foto: Erliana Riady
Blitar - Pemkot Blitar telah mengevaluasi perizinan rumah karaoke. Hasilnya, dari 8 karaoke yang ada, hanya satu izinnya lolos. Sementara tujuh lainnya, harus memenuhi izin dulu.

Kepala Satpol PP Kota Blitar Juari menyatakan, satu karaoke yang lolos perizinan itu adalah karaoke 99 di Bendogerit Kecamatan Sananwetan. Sedangkan tujuh yang belum terpenuhi perizinannya adalah Puri Perdana, Next, Gorame, Jojo, Mega, Grand Mansion, dan Vivace.

"Dari delapan yang kami evaluasi perizinannya, hanya satu yang sudah memenuhi. Yakni karaoke 99. Sedangkan yang lain, masih harus memenuhi perizinan dan menyesuaikan perizinannya," kata Juari kepada wartawan di kantornya Jalan Mastrip Kota Blitar, Senin (21/1/2019).


Satu di antara penyesuaian perizinan yang menjadi sorotan pemkot adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Menurut Juari, ketujuh tempat karaoke itu kebanyakan bangunan fisik tidak sesuai peruntukannya. Seperti, masih berupa pertokoan harus diubah menjadi tempat karaoke.

"Juga yang menjadi satu dengan hotel, harus mengurus perizinan khusus karaoke. Seperti di Hotel Puri Perdana dan Hotel Grand Mansion," tambahnya.

Artinya, segel masih tetap terpasang sampai pemilik usaha segera memenuhi perizinannya. Jika memang semua perizinan sudah lengkap, maka Satpol PP Pemkot Blitar akan membuka segelnya.


Sementara untuk Karaoke 99 yang telah lengkap izinnya, satpol pp memberikan Surat Peringatan (SP) pertama. SP 1 diberikan karena karaoke 99 melanggar Peraturan Kementrian Pariwisata Nomor 16 Tahun 2014.

"SP pertama, kami berikan karena karaoke 99 melanggar standar operasional seperti yang telah ditetapkan di Peraturan Kementerian Pariwisata itu. Standar operasional itu, seperti ukuran ruangan minimal 2,5 m x 3,5 m. Harus ada kacanya, tidak boleh ada kamar mandi dan jam operasional maksimal tutup pukul 24.00 WIB," beber Juari.

Juari menambahkan, segel bagi karaoke yang telah sesuai perizinannya telah dibuka sejak Sabtu (19/1/2019). Sesuai SOP penertiban, lanjut dia, jika tempat karaoke itu mendapat SP sampai tiga kali, maka tempat usaha hiburan itu baru bisa ditutup.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed