DetikNews
Selasa 15 Januari 2019, 08:27 WIB

Gara-gara Mahasiswa UMM, Kampung Ini Jadi 'Sarang Dinosaurus'

Muhammad Aminudin - detikNews
Gara-gara Mahasiswa UMM, Kampung Ini Jadi Sarang Dinosaurus Foto: Istimewa
Malang - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berinovasi untuk mengubah penampakan kampung di Malang yang sebelumnya kumuh menjadi lebih indah. Menariknya, kampung itu disulap bak sarang dinosaurus. Dimanakah gerangan?

Adalah Dusun Krajan Sae, Desa Beji, Kota Batu yang menjadi target program mereka. Aksi ini digawangi oleh kelompok praktikum Public Relations (PR) 'Prospero' Program Studi Ilmu Komunikasi UMM.

Mereka lantas menggelar ajang The Tempenosaurus Mural Art Competition yang berlangsung selama 3 hari. Tiap peserta diminta mengkreasikan mural di dinding-dinding rumah warga semenarik mungkin.

Kompetisi mural ini diikuti 28 peserta yang terbagi menjadi 10 kelompok. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Jombang dan Malang Raya.


Gara-gara Mahasiswa UMM, Kampung Ini Jadi 'Sarang Dinosaurus'Foto: Istimewa

Ketua kelompok Prospero, Sherly Amalia Arif mengatakan, kegiatan ini digagas untuk mempercantik Desa Beji yang kelak diberi nama 'Kampung Hijau' sebelum 'di-launching' tanggal 24 Februari nanti.

"Lomba mural merupakan bagian dari persiapan mempercantik wisata Kampung Hijau," terang Sherly dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (15/1/2019).

Dijelaskan Sherly, mereka sengaja mengangkat tema alam karena menyesuaikan lokasi kampung yang berdekatan dengan obyek wisata milik Jatim Park Grup.

"Identitas Kampung Hijau mengangkat tema seni purbakala, dinosaurus dan bunga matahari. Selain itu, lokasinya yang berdekatan dengan obyek wisata milik Jatim Park Grup. Obyek wisata ini memiliki wahana Dino Park," beber Sherly.


Gara-gara Mahasiswa UMM, Kampung Ini Jadi 'Sarang Dinosaurus'Foto: Istimewa

Tidak mengherankan bila kemudian banyak peserta yang membuat mural dinosaurus, seperti T-rex atau atau brontosaurus. Selain dinosaurus, tema lain yang disukai adalah bunga-bungaan, terutama bunga matahari.

Selain kompetisi mural, pihaknya juga menggelar pelatihan bagi warga Kampung Hijau untuk memproduksi berbagai bentuk tempe. Menurut Sherly, tujuan keberadaan Kampung Hijau juga untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Beji.

"Selain kompetisi mural dan pelatihan membuat tempe, ada pembekalan pengetahuan untuk menyambut tamu sebagai persiapan menjadi kampung wisata. Ada juga kegiatan menciptakan lagu jingle Kampung Tempe Beji," sambungnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed