DetikNews
Kamis 27 Desember 2018, 16:20 WIB

Pakde Karwo Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UMM

Muhammad Aminudin - detikNews
Pakde Karwo Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UMM Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) Bidang Pendidikan Vokasi Kerakyatan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Gelar ini diraih berkat komitmennya dalam pembangunan daerah dan masyarakat Jawa Timur, utamanya dalam aspek ekonomi.

Promotor Prof. Dr. Yus M. Cholily, menerangkan, Soekarwo atau yang lebih akrab disapa Pakdhe Karwo dirasa berhak menerima gelar ini berdasarkan 5 hal.

Pertama, prestasi kerja Pakde Karwo dalam bidang pembangunan daerah dan kemasyarakatan di Jawa Timur selama periode 2008-2018. Kedua, prestasi kerja Soekarwo telah diakui baik secara nasional maupun internasional dengan jumlah penghargaan mencapai 169 buah.

Ketiga, prestasi yang luar biasa pada penyelenggaraan pendidikan vokasi di Jawa Timur. Keempat, publikasi karya ilmiah dan karya pembangunan yang telah dipresentasikan dalam forum ilmiah, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional. Kelima, dengan terpenuhinya persyaratan pada pedoman pemberian gelar kehormatan di lingkungan UMM.

"Atas pertimbangan dan penilaian tersebut, tim promotor menyatakan bahwa promovendus atas nama Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum. dinyatakan layak untuk diberikan gelar doktor kehormatan," papar Yus dalam pidato pertanggungjawaban tim promotor depan tamu undangan, di antaranya Mendikbud Muhadjir Effendy, Kamis (27/12/2018).

Dalam pidato ilmiahnya, Pakdhe pun banyak mengungkap kemajuan Jawa Timur. Di antaranya dengan terobosan kebijakan moratorium, maka pada tahun 2015 perbandingan SMA : SMK menjadi 42,15 : 57,85.

"Kami menetapkan rasio SMA : SMK yang ideal adalah 70 : 30. Jika kebijakan moratorium pendirian SMA ini masih berlanjut, maka kami perkirakan rasio ideal tersebut baru akan tercapai pada tahun 2023," tuturnya.


Kuantitas kelembagaan Sekolah Menengah Kejuruan juga terus meningkat. Bila pada tahun 2015 jumlah SMK di Jawa Timur sebanyak 1.914 maka pada tahun 2018, jumlahnya bertambah menjadi 2.078.

"Ternyata minat pendidikan vokasi juga terus meningkat. Pilihan bidang keahlian masih di dominasi teknologi dan rekayasa 38 persen, teknologi informasi dan komunikasi 25%, Bisnis dan Manajemen 21 persen, dan pariwisata 8 persen, Seni Rupa dan Kriya dan pertunjukan 1 persen dari jumlah siswa, Sesuai dengan arah pembangunan Jawa Timur difokuskan pada agrobisnis dan agroteknologi, perikanan dan kelautan, pariwisata, dan industri kreatif maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mendorong peminatan terhadap jurusan revitalisasi sesuai dengan kebutuhan lokal," beber Pakdhe.

Stimulus pendirian SMK turut dilakukan Pakdhe dengan mengeluarkan kebijakan krusial, yaitu memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan SMK yang bermutu sesuai dengan potensi wilayahnya masing-masing, menyediakan pendidik dan tenaga pendidik, sarana prasarana SMK yang memadai dan berkualitas, melakukan penataan kelembagaan SMK yang meliputi program kejuruan SMK dan lokasi SMK.


Rektor UMM Fauzan mengungkapkan pemberian penghargaan kepada tokoh yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan pemartabatan hidup masyarakat, telah lama menjadi tradisi yang dikembangkan UMM.

"Hal ini merupakan salah satu cara kami untuk mengimplementasikan visi yang menjadi semangat, yakni UMM dari Muhammadiyah untuk bangsa," katanya.

Penghargaan berupa gelar Doktor Honoris Causa bidang Pendidikan Vokasi Kerakyatan kepada Pakde Karwo ini, sambungnya, merupakan salah satu ritual akademik dari rentetan panjang pendidikan vokasi yang diselenggarakan UMM.

"Program vokasi ini untuk menjawab problematika bangsa, khususnya menyiapkan generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing," tutupnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed