DetikNews
Rabu 05 Desember 2018, 16:50 WIB

Pengasuh Ponpes Bantah Cabuli 4 Santri, Keluarga Korban Tuntut Ini

Enggran Eko Budianto - detikNews
Pengasuh Ponpes Bantah Cabuli 4 Santri, Keluarga Korban Tuntut Ini Foto: Enggran Eko Budianto/File
Mojokerto - Keluarga para santri korban pencabulan Pengasuh Ponpes Safinatun Najah di Mojokerto meminta polisi mengusut tuntas kasus yang menimpa putrinya. Itu setelah upaya damai antara keluarga korban dengan pelaku kandas lantaran kiai berinisial S itu mengingkari perbuatannya.

Ayah salah seorang korban, SL mengatakan, upaya damai ditempuh pada 20 Oktober 2018. Atas permintaan pelaku, pihaknya mencabut laporan di Polres Mojokerto. Pengasuh Pesantren berinisial S itu telah meminta maaf. Terlebih lagi ibu salah satu korban sakit parah akibat memikirkan kasus ini.

Namun niat mencabut laporan di polisi, lanjut SL, terpaksa dibatalkan. Menurut dia, pelaku tak bersedia datang ke Polres Mojokerto untuk membuat kesepakatan damai. Bahkan kiai berinisial S itu mengingkari perbuatannya yang diduga telah mencabuli 4 santriwati.


"Pelaku tak mau mengakui perbuatannya. Itu yang membuat kami jengkel," kata SL saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (5/12/2018).

Kini SL dan orang tua korban lainnya menuntut keadilan. Dia berharap kasus pencabulan yang diduga dilakukan Kiai S ini dituntaskan hingga ke meja hijau.

"Harapan kami kasus ini terus berlanjut sampai ke pengadilan. Demi anak-anak kami," tegasnya.


SL menambahkan, kini putrinya dan 3 santri lain yang diduga dicabuli S telah kembali melanjutkan pendidikannya. "Alhamdulillah keempat korban termasuk anak saya sudah mau sekolah, tapi pindah sekolah dan pondok," tandasnya.

Dugaan pencabulan ini dilaporkan ibu santri asal Sidoarjo yang anaknya mengaku telah dicabuli oleh S. Dari laporan itu terbongkar jika korban berjumlah 4 santriwati.

Keempat santriwati yang diduga dicabuli S berasal dari Mojokerto, Pasuruan dan Sidoarjo. Para korban masih berusia di bawah umur, yakni 14-17 tahun.

Mereka diduga dicabuli S di lingkungan Ponpes Safinatun Najah, Desa Gedangan, Kutorejo, Mojokerto dalam tahun 2018 ini. S diduga menjamah alat vital para korban. Namun, tak sampai menyetubuhi mereka.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed