detikNews
Selasa 27 November 2018, 15:27 WIB

Penembakan di Sampang Dipicu Status FB Soal Capres, Ini Kronologinya

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Penembakan di Sampang Dipicu Status FB Soal Capres, Ini Kronologinya Foto: Istimewa
Surabaya - Polisi telah menangkap Idris (30), pelaku penembakan Subaidi (40) anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sampang. Peristiwa yang merenggut nyawa Subaidi ini dipicu status facebook mengenai capres.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, kasus ini bermula pada Minggu (28/10) sekitar pukul 16.00 WIB, ada laki-laki datang ke rumah Idris. Laki-laki yang mengaku dari salah satu ormas itu, hendak mengklarifikasi mengenai komentar akun milik Idris di laman Facebook yang membuat status berkaitan dengan capres.

Pada intinya, ada postingan di facebook berbunyi 'Siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini' lengkap dengan gambar pedang samurai. Akun milik Idris kemudian memberikan komentar di postingan itu 'Saya pingin merasakan tajamnya pedang tersebut' tulis Idris. Ketika didatangi oleh pria tersebut, Idris membenarkan bahwa akun tersebut merupakan miliknya. Namun akun itu sudah tidak lagi dalam kendalinya lantaran ketika ponsel miliknya dijual, aplikasi facebook di dalamnya masih dalam posisi belum di-log out.


Esoknya, Idris mendapatkan kabar bahwa ada video viral mengenai dirinya saat tengah diklarifikasi mengenai komentar di postingan tersebut. Postingan video dari akun Ahmad Alfateh itu dibumbui dengan kata-kata bernada mengancam dan menyudutkan Idris.

Tak terima dengan postingan itu, Idris langsung mencari informasi dengan bertanya kepada temannya terkait akun Ahmad Alfateh mengunggah videonya. Singkat kata Idris mengetahui bahwa akun Ahmad Alfateh itu dimiliki oleh seseorang bernama Subaidi.

Idris pun sempat mendatangi rumah Subaidi untuk mengklarifikasi postingan tentang video Idris. Namun dia tidak menemui Subaidi. Akhirnya, Idris mengetahui bahwa Subaidi bekerja sebagai tukang gigi.

Kemudian pada Rabu (21/11) pukul 09.00 WIB, Idris keluar rumah dan sempat berpapasan dengan Subaidi. Idris dan Subaidi terlibat tabrakan motor kemudian berkelahi. Merujuk pada keterangan polisi, Subaidi sempat mengeluarkan pisau dalam perkelahian itu. Sedangkan Idris mengeluarkan pistol dan menembak dada kiri Subaidi hingga akhirnya tewas.


Saat dimintai konfirmasi, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan motif kasus ini bukan karena politik. Hal ini karena pelaku tersinggung dari status yang dibuat korban.

"Polda Jawa Timur menyimpulkan kalau motif dari pada pembunuhan di Sampang itu masalah politik itu terlalu dini. Tidak terkait pemilu, ini ada ketersinggungan yang bersangkutan terhadap postingan di media sosialnya," kata Barung.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com