DetikNews
Senin 19 November 2018, 20:13 WIB

Dua Desa di Mojokerto Diterjang Puting Beliung, 137 Rumah Rusak

Enggran Eko Budianto - detikNews
Dua Desa di Mojokerto Diterjang Puting Beliung, 137 Rumah Rusak Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Hujan deras disertai angin kencang menerjang dua desa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Akibat terjangan angin kencang tersebut, 137 rumah warga rusak.

Angin kencang menerjang pemukiman penduduk Dusun Ngaglik dan Kuwangen di Desa Sidorejo, serta Dusun Gondang, Sidolegi, Sidoduwur, Sidokare dan Parengan yang terletak di Desa Parengan.

Salah satu rumah terdampak adalah milik Uripah (42), warga Dusun Ngaglik. Menurutnya, puting beliung diawali dengan hujan gerimis sekitar pukul 15.00 WIB. Tak lama kemudian, intensitas hujan bertambah disertai angin kencang.

"Angin kencang datangnya dari arah selatan, suaranya bergemuruh," kata ibu satu anak ini kepada detikcom, Senin (19/11/2018).


Saat angin kencang menerjang, Uripah hanya bersama ibunya di dalam rumah. Suaminya sedang bekerja, sedangkan putrinya berada di rumah mertuanya. Terjangan angin membuat genting di bagian teras dan ruang tamu rumahnya berjatuhan.

"Saya sempatkan ambil TV di ruang tamu, setelah itu saya lari ke musala belakang rumah sama ibu saya untuk menyelamatkan diri," ujarnya.

Hal serupa dirasakan tetangga Uripah, Adi Susanto (51). Ia mengungkapkan, angin yang datang dari arah selatan itu berputar-putar dengan warna putih. Terjangan angin tersebut juga disertai hujan deras dan petir.

Namun terjangan angin kencang itu membuat genting di ruang tamu dan samping rumahnya berjatuhan. Beruntung saat kejadian istrinya sedang bekerja dan anaknya sedang mengaji di kampung sebelah.

"Angin datangnya dua kali. Pertama selama 10 menit, kemudian jeda 10 menit, lalu datang lagi angin kencang," terangnya.


Dua Desa di Mojokerto Diterjang Puting Beliung, 137 Rumah RusakFoto: Enggran Eko Budianto

Sebuah kandang ayam milik Mistar di depan rumah Adi juga ambruk diterjang angin kencang. Ayam-ayam di kandang tersebut berhamburan. Di saat yang bersamaan, angin kencang juga menyebabkan kabel listrik PLN di Dusun Ngaglik putus.

"Baru kali ini ada angin kencang sampai merusak seperti ini," ungkapnya.

Sekretaris Desa Parengan Muhammad Suwadi menuturkan, jumlah rumah warga yang rusak di 5 dusun mencapai 50 unit. Namun menurutnya, kerusakan ini tergolong ringan. Selain itu, 15 pohon di Desa Parengan juga dilaporkan tumbang.

Beruntung tidak ada korban akibat puting beliung. "Tidak ada warga yang menjadi korban," tegasnya.

Hanya satu-dua warga yang mengalami cedera ringan karena kejatuhan atap atau kerusakan bangunan. Seperti halnya seorang penghuni rumah kontrakan di Dusun Ngaglik, Gilang Pratama (18) yang mengalami luka benjol di kepala akibat tertimpa asbes yang ambruk.

Kebetulan saat angin kencang menerjang, karyawan pabrik limbah ini sedang tertidur lelap di dalam rumah kontrakan milik Harmaji seluas 5 x 4 meter persegi tersebut.

"Saya kejatuhan tiga asbes kena kepala. Alhamdulillah hanya benjol," cetusnya.


Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Suyoto menjelaskan, total jumlah rumah penduduk di Desa Sidorejo yang terdampak angin kencang mencapai 87 unit. Jumlah ini terdiri atas 10 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, serta 36 rumah rusak ringan.

"Kategori rusak berat itu genteng yang rontok cukup lebar di bagian ruang tamu. Kalau rusak sedang genteng yang berjatuhan di bagian belakang rumah," jelasnya.

Suyoto memastikan tak ada korban di Desa Sidorejo. "Untuk rumah warga yang rusak berat sementara ini kami beri bantuan penutup terpal," tandasnya.

Warga yang rumahnya rusak ringan melakukan perbaikan secara swadaya. Hingga pukul 19.00 WIB, listrik di Desa Sidorejo dan Parengan masih padam.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed