DetikNews
Jumat 16 November 2018, 11:55 WIB

Warga Ponorogo Cemaskan Retakan di Lantai Rumah, Kades: Itu Lama

Charolin Pebrianti - detikNews
Warga Ponorogo Cemaskan Retakan di Lantai Rumah, Kades: Itu Lama Retakan di rumah Sermi. (Foto: Charolin Pebrianti)
Ponorogo - Munculnya retakan di salah satu rumah Sermi (45), warga Desa Banaran, Kecamatan Pulungan, Kabupaten Ponorogo disebut cukup meresahkan warga. Bahkan sempat viral di media sosial.

Fenomena tersebut mengingatkan warga akan bencana tanah longsor yang terjadi pada bulan April lalu dan membuat 28 warga hilang ditelan bumi.

Saat dikonfirmasi, retakan di rumah ibu tiga anak itu ternyata sudah lama ada, namun baru melebar dalam dua bulan terakhir.

"Itu retakan lama, bukan retakan baru," tutur Kepala Desa Banaran Sarnu kepada detikcom, Kamis (15/11/2018).

Sarnu menambahkan, kondisi tanah di sekitar rumah warganya memang gembur, apalagi ada sumber air yang membuat retakan semakin melebar. Secara terpisah, Sermi juga mengakui jika area dapur di mana retakan itu bermula memang termasuk ke dalam sektor A bekas musibah longsor Banaran, April lalu.


Kendati demikian, Sarnu menyayangkan maraknya pemberitaan di media sosial terkait retakan tersebut. "Banaran dibuat seolah-olah mencekam padahal kami ini sedang berusaha bangkit dari keterpurukan," jelasnya.

Ia juga memastikan warganya sudah siap siaga bila terjadi bencana.

"Kami selalu waspada. Sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika hujan selama 2 jam dan deras maka kami harus mengungsi ke tempat aman," paparnya.

Sementara itu, pakar kebencanaan geologi Surono meminta warga Desa Banaran tidak panik karena kekhawatiran berlebihan dan trauma bisa memperkeruh situasi.

"Jawa Timur khususnya Ponorogo dan Pacitan memang masuk dalam zona pergerakan tanah," terangnya secara terpisah.


Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) itu mengaku retakan yang disebabkan oleh pergerakan tanah wajar terjadi saat perubahan cuaca ekstrem.

"Ini kan sudah masuk awal musim penghujan, jadi timbul retakan," tukasnya.

Surono pun mengimbau warga yang rumahnya mengalami keretakan agar segera menutup retakan tersebut agar tidak ada air yang masuk ke dalam rumah melalui retakan.

"Pemkab juga harus melakukan pemetaan zona kerentanan gerakan tanah di seluruh wilayah kabupaten. Tapi paling penting warga jangan panik dan khawatir dan tidak perlu dibesar-besarkan," tegasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed