DetikNews
Jumat 16 November 2018, 09:26 WIB

Lantai Rumah Retak, Warga Ponorogo Khawatirkan Longsor Susulan

Charolin Pebrianti - detikNews
Lantai Rumah Retak, Warga Ponorogo Khawatirkan Longsor Susulan Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Desa Banaran di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, memang punya cerita pahit tentang bencana longsor. Tak heran saat musim hujan menjelang, warga khawatir akan terjadi longsor susulan.

Salah satunya Sermi (45), warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung. Apalagi baru-baru ini muncul retakan besar di rumahnya. Bahkan akibat retakan tersebut, tembok dan bangunan rumah miliknya bergeser. Bahkan meja dapurnya bergeser dari tempatnya semula.

"Dari Januari lalu sudah ada retakan. Makin lama makin membesar seperti sekarang," tutur Sermi kepada detikcom, Kamis (15/11/2018).


Ibu tiga anak ini mengaku retakan itu berawal dari dapur sebab area dapurnya termasuk ke dalam sektor A bekas musibah longsor Banaran yang menimbun 28 korban pada April 2017 lalu.

Retakan itu kemudian merembet masuk ke dalam rumah, terutama kamar. Akibatnya, Sermi tidak berani tidur di kamar lagi. Sudah beberapa hari ini, ia lebih memilih tidur di bagian teras rumahnya.

"Semalam tidak berani tidur kamar, akhirnya tidur di teras sini. Soalnya kalau mau mengungsi juga tidak punya tempat lain," tandasnya.

Namun Sermi yang tinggal bersama 5 orang anggota keluarganya ini hanya bisa pasrah. Tanah retak memang kerap terjadi di kawasan ini. Kondisi serupa juga ditemukan pada bulan Februari silam atau dua bulan sebelum tragedi longsor di bulan April.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono mengungkapkan, dalam kurun dua bulan terakhir memang terjadi pergeseran tanah di kawasan tersebut.

"Pantauan kami dulunya tanah yang merosot berjarak 7 meter dari rumah warga kini tinggal 4 meter saja, jadi tanah tersebut dipastikan bergeser," jelasnya secara terpisah.


Budi mencontohkan rumah Sermi yang mengalami retakan sepanjang 5-13 cm. Meski skalanya masih kecil, Budi mengingatkan warga yang tinggal untuk terus waspada terhadap adanya bahaya longsor, terutama bila hujan terjadi secara terus-menerus selama dua jam.

"Tekstur tanahnya mudah longsor meski skalanya kecil. Kalau hujan terus mengguyur bisa bahaya," katanya.

Ia menambahkan, warga telah mendapatkan pengarahan bilamana sewaktu-waktu terjadi bencana.

"Warga pun sudah mendapatkan pengarahan, kami berharap warga tidak panik dan segera menyelamatkan diri ketika hujan deras datang," pungkasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed