"Total ada 40 unit rumah dengan rincian 36 unit bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Timur dan 4 unit bantuan dari pemerintah kabupaten Ponorogo," kata Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno saat ditemui di Desa Banaran, Rabu (7/3/2018).
Menurut Soedjarno, sebelum menempati rumah baru ini, warga terdampak bencana longsor Banaran tinggal di hunian sementara. Kini warga bisa bernafas lega dengan tinggal di rumah yang dibangun oleh pemerintah.
Hunian tetap ini, lanjut Soedjarno, dibangun di lahan milik masing-masing warga. Sehingga kepemilikan atas rumah tersebut tidak ada masalah.
"Rinciannya sebanyak 33 unit dibangun di Desa Banaran, 5 unit di desa Singgahan dan 2 unit di Desa Bekiring, karena sesuai dengan lahan masing-masing warga," jelasnya.
Untuk masing-masing rumah yang dibangun dengan type 48 ini menghabiskan dana Rp 72 juta per unit. "Didalamnya ada dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur dan ruang keluarga," ujarnya.
Menurut Soedjarno pembangunan rumah di lahan lain di luar wilayah longsor demi keamanan para warga. "Ini sudah sesuai dengan kebutuhan warga kita yang terkena longsor dan mereka harus direlokasi ke tempat lain yang lebih aman," imbuhnya.
Seperti diketahui sebelumnya, bencana tanah longsor yang menimpa Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, 1 April 2017 lalu. Peristiwa ini menewaskan 28 orang akibat tertimbun dan 23 unit rumah warga tertimbun material longsor. Bahkan bencana ini termasuk ke dalam daftar bencana nasional. (bdh/bdh)