DetikNews
Senin 29 Oktober 2018, 08:30 WIB

Cerita Pilu Korban Tabrakan yang Dilecehkan Oknum RS di Surabaya

Rahma Lillahi Sativa - detikNews
Cerita Pilu Korban Tabrakan yang Dilecehkan Oknum RS di Surabaya Mobil yang ditumpangi korban pelecehan saat mengalami kecelakaan. (Foto: Istimewa)
Surabaya - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kemalangan ini dialami seorang perempuan yang menjadi korban kecelakaan di Surabaya beberapa waktu lalu. Hari itu, Rabu (24/10), mobil yang ditumpangi perempuan ini menabrak bundaran air mancur yang berada di persimpangan Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Pemuda.

Mobil Toyota Corolla yang ditumpanginya rusak berat. Korban dan kelima rekannya juga terluka. Usai kejadian yang berlangsung dini hari itu, korban dan rekan-rekannya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan.

Belakangan tersiar kabar bahwa saat mendapatkan perawatan, perempuan itu mendapatkan pelayanan yang kurang mengenakkan. Bahkan yang bersangkutan merasa mengalami pelecehan seksual oleh oknum di rumah sakit milik pemerintah tersebut.


Setelah mengantongi sejumlah identitas oknum dan bukti lain, korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya. Ia mendatangi markas Polrestabes Surabaya bersama kuasa hukum, Teuku Mochtar Djohansyah dengan didampingi kedua orang tuanya, Sabtu (27/10).

"Benar kami menangani perkara tersebut," ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan singkat saat dihubungi detikcom, Minggu (28/10/2018).

Saat dihubungi, Teuku pun mengakui pihaknya telah melaporkan kasus ini. "Benar, Sabtu (27/10) kemarin, kami bersama pihak keluarga melaporkan dugaan tindak pidana pornografi dan ITE ke Polretabes Surabaya," kata Teuku.

Saat itu, Teuku menyebut kliennya mengalami patah di bagian tulang pinggul dan tulang rusuk bagian kanan retak akibat kecelakaan dini hari tersebut. Namun begitu berada di ruang IGD, sebuah kejadian tak mengenakkan dialami kliennya.


Menurut pengakuan korban, oknum itu memotret korban dalam keadaan telanjang dan menyebarkan fotonya melalui grup WhatsApp. Korban yang saat itu dalam keadaan terluka dan tak berdaya hanya bisa pasrah ketika pelecehan terjadi.

Ironisnya, dari pengakuan korban, oknum tersebut beralasan hal itu dilakukan untuk kepentingan medis.

"Saat di rumah sakit, sebelum keluarga datang, dia (korban) diminta foto dalam kondisi telanjang tapi tidak mau. Tiga kali diminta, dia tidak mau akhirnya dipaksa diturunkan pakaian dalamnya dan difoto. Kemudian difoto dan ditinggal dengan dokter laki-laki," beber Teuku.


Teuku dan keluarga kemudian sempat mendatangi rumah sakit dan menggeledah semua ponsel milik oknum yang menangani korban. Bahkan muncul dugaan foto-foto korban juga disebarkan oleh oknum dokter di IGD tersebut. Namun Teuku tak mengungkapkan dengan pasti berapa orang yang diketahui memiliki foto-foto korban.

"Kita lihat satu sama lain memiliki foto yang sama berarti foto itu disebarkan. Artinya foto itu didapat dari handphone orang lain," tambahnya.

Teuku juga mengungkapkan secuil identitas oknum yang diduga melakukan pelecehan terhadap korban. "Inisialnya oknumnya D, kayaknya dokter muda," ungkapnya.

Ia menambahkan, awalnya oknum dokter yang dicurigai oleh pihak keluarga itu tidak mengakui perbuatannya. Namun ketika dikroscek dengan foto yang didapati oleh pihak keluarga, ternyata ada kemiripan dengan atribut yang dikenakan oknum tersebut di saat kejadian.

"Awalnya tidak mengakui. Dalam foto, oknum tersebut sepatunya seperti terkena tumpahan cat. Lha ketika ketemu saya sepatu yang dipakai sama, lha ini apa. Padahal sudah dilakukan foto rontgen. Dia balik ngapain?" jelas Teuku.


Usai menerima laporan, polisi segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. "Setelah kita laporkan ke polisi Sabtu, polisi langsung mengambil barang-barang bukti," ujarnya.

Kondisi korban saat ini dilaporkan masih syok. Namun usai kejadian, keluarga langsung memindahkan perawatan korban ke rumah sakit lain di Surabaya.

Namun Teuku mengungkapkan ketimbang sakit fisik, yang dirasakan korban pascainsiden memilukan itu adalah syok.

"Saat ini, kondisinya masih lemah dan syok. Nangis terus," tuturnya.

Bagaimana kelanjutan cerita tragis ini?



Saksikan juga video 'Awas Pelecehan Seksual!':

[Gambas:Video 20detik]


(lll/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed