DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 11:40 WIB

Banyuwangi Diganjar Dua Penghargaan dalam Kovablik Otonomi Awards

Ardian Fanani - detikNews
Banyuwangi Diganjar Dua Penghargaan dalam Kovablik Otonomi Awards Foto: Istimewa
Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi berhasil menyabet dua penghargaan di ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Otonomi Awards Provinsi Jatim. Penghargaan tersebut diraih lewat program pendidikan 'Agage Pinter' dan pengembangan UMKM 'Balon Unyu'.

Program pendidikan Agage Pinter (Agar Cepat Pintar) meraih Otonomi Award Kategori Utama (Grand Category) Daerah dengan Terobosan Inovatif untuk Orang dengan Disabilitas. Sementara Balon Unyu (Belanja Online Mudah Produk Banyuwangi) berhasil memenangi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo kepada Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dalam acara penyerahan Penghargaan Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Otonomi Award di Surabaya, Senin (22/10/2018) malam.

"Terima kasih kepada Pemprov Jatim dan pihak penyelenggara yang telah mengapresiasi kinerja Banyuwangi lewat penghargaan ini. Ini akan menjadi pemicu bagi kami untuk terus berinovasi dalam melayani publik," kata Yusuf dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (23/10/2018).


Dijelaskan Yusuf, program Agage Pinter adalah pemberian kesempatan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk bisa mengikuti proses pembelajaran yang sama di sekolah reguler atau sekolah inklusi.

"Ini dimulai sejak 2014. Semua sekolah dilarang menolak pendaftaran dari ABK dan anak penyandang disabilitas, khususnya yang dekat dengan lokasi rumah anak tersebut," terang Yusuf.

Yusuf melanjutkan saat ini sudah ada 217 sekolah inklusi yang tersebar di seluruh Banyuwangi dan dari berbagai tingkatan, mulai TK hingga SMA. ABK yang bersekolah, akan didampingi satu guru pendamping khusus (GPK) selama proses pembelajaran.

"Tahun ini kami kucurkan dana Rp 1,36 miliar untuk program ini," ungkap Yusuf.


Sedangkan menurut Yusuf, program Balon Unyu adalah program pendampingan, pemberdayaan dan edukasi bagi pelaku UMKM Banyuwangi. Program ini meliputi tiga hal, yaitu marketing on-line, packaging, dan teknik fotografi.

"Lewat program ini, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM lokal. Mereka diedukasi tentang berbagai hal, mulai e-commerce, pengemasan produk (product packaging) hingga pengiriman produk (product shipping). Tak ketinggalan juga, teknik fotografi bagaimana membuat foto produk yang menarik ketika dipasarkan secara online," terang Yusuf.


Semua bentuk pelatihan dan pemberdayaan tersebut, lanjut Yusuf, diberikan secara gratis dan dilakukan sendiri oleh pemda melalui tim Rumah Kreatif Banyuwangi Mall, sebuah situs belanja online yang digagas Pemkab Banyuwangi yang khusus memasarkan produk UMKM lokal.

"Program ini fokus memberikan edukasi, bukan berorientasi transaksi. Hal ini belum dilakukan oleh pemda manapun. Alhamdulillah, Banyuwangi sudah memulainya dan berhasil mendapat apresiasi positif dari pemerintah provinsi Jatim," pungkasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed