Seorang Warga Tewas Saat Polisi Gerebek Judi Sabung Ayam

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 08 Okt 2018 18:29 WIB
Almarhum Asmari alias Taufik (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya - Polisi menggerebek arena judi sabung ayam di Bulak Banteng pada Minggu (7/10). Penggerebekan itu diwarnai dengan tewasnya seorang warga.

Pria yang tewas adalah Asmari alias Taufik (44), warga Wonosari Lor Gang III, Kelurahan Wonokusomo, Kecamatan Semampir. Dari informasi yang dihimpun, pria tersebut terjatuh dan sempat terinjak-injak oleh para pejudi sabung ayam yang semburat saat digerebek. Taufik mengalami luka di dahi kanan, jempol kaki kanan, dan luka lecet di bagian kaki kiri.

Holili (52), kakak kandung Taufik mengatakan keluarga sempat kerepotan ketika mencari keberadaan Taufik yang dikabarkan tewas tak jauh dari lokasi judi sabung ayam.

"Awalnya kami mendapatkan info dari saudara yang rumahnya tak jauh dari lokasi sabung ayam. Katanya ada orang meninggal saat ada penggerebekan," kata Holili saat ditemui detikcom di rumah duka di Jalan Wonosari Lor III E, Kelurahan Wonokusumo, Semampir, Senin (8/10/2018).


Rumah TaufikRumah Taufik (Foto: Deny Prastyo Utomo)

Holili mengatakan bahwa Taufik bukanlah seorang pejudi sabung ayam karena ia tak punya ayam sama sekali. Kemungkinan besar Taufik ada di lokasi karena diajak temannya. Setelah mendapatkan kabar tentang ada orang yang meninggal, pihak keluarga langsung mendatangi lokasi dan beberapa puskesmas terdekat.

"Kami mendapat info dengan ciri-ciri yang sama dengan adik saya. Waktu itu pakai kaos warna kuning dan celana garis-garis. Makanya kami langsung mencari adik saya. Katanya di Puskesmas Jalan Randu tapi nggak ada. Kemudian di Puskesmas Tambak Rejo juga nggak ada. Ternyata jenazah sudah ada di RSU dr Soetomo," kata Holili.

Holili mengatakan Taufik memang mengidap penyakit jantung."Adik saya punya penyakit Jantung," ujar Holili.

Setelah mengetahui jenazah adiknya ada di RSU dr Soetomo, pihak keluarga langsung meminta agar segara dibawa pulang dan dimakamkan.

"Kami menolak dan menyepakati untuk tidak dilakukan otopsi dan dibawa pulang agar langsung dimakamkan. Karena ini murni kecelakaan," ungkap Holili.

Meski sudah sepakat tidak ingin memperpanjang masalah dengan polisi, pihak keluarga menyayangkan atas pemberitaan yang beredar yang tidak menyebutkan adanya korban jiwa saat itu.

"Kami tidak menuntut apa-apa. Karena ini memang takdirnya. Tapi saya lihat kok di berita-berita baik koran maupun online isinya semua sama tidak disebut ada korban," ujar Holili.


Holili juga menyebut bantuan yang diberikan polisi juga tidak sepadan. Karena menurut Holili, bantuan tersebut hanya cukup untuk biaya ambulans dan pemakaman saja.

"Nggak sampai Rp 3 juta kok. Buat biaya ambulans Rp 700 ribu dan buat pemakaman saja udah habis. Padahal masih menurut adat kami kan ada acara 7 hari, 40 hari, dan 100 harinya. Semuanya butuh biaya. Itu saja yang kami sayangkan. Karena kami orang biasa-biasa saja," jelas Holili.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto saat dikonfirmasi detikcom mengakui belum mengetahui detail kronologinya.

"Saya kurang tahu hal tersebut. Tapi katanya pihak keluarga ia memiliki sakit jantung. Meninggalnya juga bukan dilokasi kejadian," kata Agus.

Dalam penggerebekan tersebut Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengamankan 45 penjudi sabung ayam dengan barang bukti 57 unit motor, 6 unit mobil, 20 ekor ayam, sobekan rekapan uang judi ayam, dan uang tunai sebesar Rp 20 juta.


Saksikan juga video 'Polisi Gerebek Judi Remi di Terminal Pulo Gadung':

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)