DetikNews
Rabu 26 September 2018, 18:36 WIB

Tak Dibantu Soal Sengketa Tanah, Khotijah Sebut Aparat Desa Pro Seger

Enggran Eko Budianto - detikNews
Tak Dibantu Soal Sengketa Tanah, Khotijah Sebut Aparat Desa Pro Seger Khotijah terpaksa menjebol dinding rumah kakaknya agar mendapatkan akses lain. (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Upaya Siti Khotijah (35) meminta keadilan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sudimoro terkait perlakuan tidak menyenangkan dari tetangganya, hanya berbuah janji manis. Pemerintah setempat justru membiarkan Seger (61) memblokade rumahnya dengan pagar setinggi 2 meter.

Ibu satu anak ini pun menuding pemerintah Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang itu lebih membela Seger. Tudingan ini juga bukan tanpa alasan.

"Ada saudara dia (Seger) yang jabat Kaur Pembangunan di sini. Bahkan Kaur ini siap pasang badan untuk membela Seger," kata Khotijah kepada detikcom, Rabu (26/9/2018).


Upaya mencari keadilan itu telah diupayakan Khotijah sejak bulan Mei 2018 silam. Saat itu rumahnya sudah diblokade oleh Seger dengan pagar sepanjang 6 meter tersebut. Untuk itu Khotijah meminta pemerintah setempat mengukur ulang tanah warisan orang tuanya agar dapat diketahui siapa pemilik tanah yang sebenarnya. Namun upaya itu tak kunjung dilakukan.

Bahkan saat Seger mulai membangun pagar yang menutup akses rumahnya, pemerintah setempat tak mencegahnya.


Namun Seger disebut mengantongi dokumen gambar persil tanah tahun 1986 yang menunjukkan tanah di mana ia membangun pagar tembok adalah miliknya. Padahal menurut klaim Khotijah, tanah yang kini ditempati anak pertama Seger, Ita Hanik itu tak lain milik ibunya.

"Sepertinya dokumen itu sudah dimanipulasi, soalnya Pak Seger tak bisa menunjukkan bukti jual beli tanah tersebut. Katanya beli, tapi ditanya surat jual beli tak bisa menunjukkan. Kan penyerobotan," ungkapnya.


Tak puas dengan sikap pemerintah setempat, Khotijah pun mengajukan gugatan ke PN Jombang. Ia ingin meminta kembali tanah miliknya yang diklaim Seger.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Desa Sudimoro, Choliq mengatakan Seger membangun pagar tembok di depan rumah Khotijah karena itu adalah tanah miliknya.

"Itu (tanah yang dibangun pagar, red) milik Pak Seger. Buktinya SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) kemudian dari bukti gambar persil tanah hasil pengukuran tahun 1986," katanya.

Kala itu satu-satunya hal yang dilakukan pemerintah setempat adalah sebatas memberi saran ke Seger. "Desa sudah menyarankan jangan ditembok, tapi langsung ditembok sama yang punya (Seger)," tambahnya.



Saksikan juga video 'Kacau! Akses Rumah Ditutup Tembok Tetangga':

[Gambas:Video 20detik]


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed