Ingin Anak-anak Doyan Baca Buku, Yunaz Bikin Perpustakaan Sepeda

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 21 Sep 2018 07:19 WIB
Yunaz dan perpustakaan sepedanya. (Foto: Deni Prastyo Utomo)
Surabaya - Niatnya sederhana saja, ingin menumbuhkan minat baca warga Kota Surabaya, terutama anak-anak, di tengah era serba gadget dewasa ini. Caranya dengan membawa setumpuk buku di atas sepedanya dan berkeliling kota.

"Setiap hari saya keliling selepas pulang kuliah. Biasanya di taman baca dan juga di kawasan makam Rangkah," kata Yunaz Karaman atau yang lebih dikenal dengan Yunaz Prasojo kepada detikcom, Jumat (21/9/2018).

Prasojo adalah nama perpustakaan sepedanya. Sepeda yang dikendarai Yunaz juga telah dimodifikasi dengan menambahkan boks kayu agar dapat membawa buku-buku.

Yunaz berkisah ide awal perpustakaan ini datang ketika sang ibu, Dwi Sunarti (55) menengoknya di Surabaya dan mengajaknya membeli sepeda merek Polygon Cascade II.


"Waktu itu, ibu saya datang ke Surabaya. Tiba-tiba mengajak saya beli sepeda. Katanya buat kamu nak. Support itu yang membuat saya tambah bersemangat," kata Yunaz menirukan ibunya yang berrprofesi sebagai guru SMP tersebut.

Yunaz lantas membeli boks telur bekas untuk dijadikan wadah buku saat berkeliling Surabaya. Meski begitu, pria kelahiran Malang, 21 tahun lalu itu tak malu berkeliling untuk menawarkan bacaan kepada masyarakat di Kota Surabaya, termasuk saat Car Free Day di Jalan Raya Darmo di mana ia biasa kumpul-kumpul bersama komunitas sepedanya.

Siapa sangka niatan Yunaz menghidupkan dunia literasi dengan gemar untuk membaca ternyata masih diminati.

"Ternyata niat baca masyarakat cukup tinggi, seperti niat membaca media sosial contohnya. Cuman baca buku yang masih rendah. Konsisten membaca lembaran buku itu yang masih minim," ujar Yunaz.

Ingin Anak-anak Doyan Baca Buku, Yunaz Bikin Perpustakaan SepedaPrasojo diambil menjadi nama perpustakaan sepedanya. (Foto: Deni Prastyo Utomo)


Namun saat itu, perpustakaan yang mulai 'berjalan' sejak bulan Agustus 2017 tersebut hanya berisi koleksi buku perkuliahannya seperti buku filsafat dan beberapa tabloid ringan.

"Awalnya ya buku-buku milik saya sendiri waktu kuliah itu yang saya bawa, sama buku-buku bacaan yang ringan-ringan saja. Itupun hanya beberapa koleksi," ungkap mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga Surabaya tersebut.

Namun karena salut dengan perjuangan Yunaz, salah seorang rekannya di komunitas sepeda suatu ketika memintanya datang ke rumah. Ternyata rekannya itu memberikan hadiah boks yang lebih layak untuk tempat buku di perpustakaan sepedanya.

"Waktu itu, teman saya di komunitas sepeda ada yang memiliki usaha kerajinan kayu. Ternyata saya dibuatkan boks untuk tempat buku," ungkap Yunaz.

Dukungan juga datang dari sang kakak, Yuliar Riski. "Kakak saya juga sering membantu memberikan uang, buat beli buku untuk perpustakaan saya," kata Yunaz sembari tersenyum.

Ingin Anak-anak Doyan Baca Buku, Yunaz Bikin Perpustakaan SepedaPerpustakaan sepeda Yunaz diminati berbagai kalangan, tua dan muda. (Foto: Deni Prastyo Utomo)

Cita-cita Keliling Jawa

Setahun lebih menjalankan perpustakaan sepeda, Yunaz mengaku merasakan suka duka. Suatu kali ia mengaku pernah menunggu seseorang yang sedang membaca bukunya hingga dini hari.

"Waktu itu, saya keliling di warung-warung. Pada satu titik ada pembaca yang membaca sebagian buku saya. Saking nikmatnya membaca hingga pukul 22.30 sampai pukul 03.00 WIB. Waktu itu saya mau bilang waktu habis tidak tega. Sungkan karena lagi asyik membaca," kisahnya.


Ia pun tak luput dari keusilan pembaca anak-anak. "Kalau bersama anak-anak itu ada yang iseng. Bahkan bel sepeda saya yang dibikin mainan. Kadang ada yang juga ingin membawa pulang," tambahnya.

Hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus menambah koleksi perpustakaan miliknya. Sembari menyelesaikan skripsi, ia juga menabung dan mengumpulkan satu demi satu buku baru.

Namun cita-cita pemuda berambut panjang dan berkacamata ini tidak hanya itu. Selepas wisuda nanti, ia ingin berkeliling Pulau Jawa dengan perpustakaan sepedanya. Hal ini sebenarnya telah ia rintis sejak awal.

"Dulu pernah sampai di Mojokerto dan Gresik. Tapi kini fokus di Surabaya karena mau skripsi," pungkasnya.

Semangat ya Yunaz! (lll/lll)