Tampil Beda, Mahasiswa Ponorogo Bikin 110 Tumpeng Rayakan HUT RI

Charolin Pebrianti - detikNews
Kamis, 16 Agu 2018 15:20 WIB
110 Tumpeng diarak ke tengah lapangan. (Foto: Charolin Pebrianti)
Ponorogo - Jika biasanya peringatan Hari Kemerdekaan RI diisi dengan upacara atau pengibaran bendera, ribuan mahasiswa IAIN Ponorogo ini mencoba menggelar acara yang berbeda.

Meeka mengumpulkan 110 tumpeng lengkap dengan hiasan bendera merah putih di tengah lapangan Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

Acara yang diikuti oleh 2700 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo ini digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus memupuk rasa nasionalisme bagi para mahasiswa baru.


"Diharapkan sebagai mahasiswa bisa jadi kader perjuangan bangsa dengan mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatan positif. Apalagi mahasiswa berperan aktif dalam pergerakan menuju kemajuan RI, seperti di tahun 1945, 1967 dan 1998," tutur Kajur Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Ponorogo, Iswahyudi, saat ditemui detikcom di lokasi, Kamis (16/8/2018).

Tumpeng pun sengaja dipilih untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI karena mempunyai filosofi jika semakin tinggi maka akan semakin mengerucut kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tampil Beda, Mahasiswa Ponorogo Bikin 110 Tumpeng Rayakan HUT RISetelah upacara, mahasiswa diajak makan tumpeng bersama untuk memupuk kekompakan. (Foto: Charolin Pebrianti)

"Kami sengaja memilih tumpeng itu bentuk lokalitas sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dibarengi nilai religiusitas dan nasionalisme," terang Iswahyudi.

Hal senada juga disampaikan Ketua BEM IAIN Ponorogo Andi Handika. Menurutnya, tumpeng juga menjadi simbol perjuangan masa lalu bangsa demi meraih kemerdekaan.

"Ini juga sebagai cermin untuk melihat perjuangan masyarakat zaman dulu dalam memperjuangkan kemerdekaan," tambahnya.


Ia pun berharap acara seperti ini dapat membantu membangun karakter para mahasiswa agar lebih mencintai bangsanya.

Sebelum tumpeng-tumpeng dibawa ke lapangan, ribuan mahasiswa yang hadir menyanyikan lagu-lagu perjuangan yang membangkitkan semangat. Setelah itu dilanjutkan orasi dan diakhiri dengan doa.

"Dari kampus tadi kami membawa tumpeng yang dihias dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Mahasiswa pun diharapkan hafal dan tahu makna lagu tersebut," harapnya. (lll/lll)