DetikNews
Selasa 07 Agustus 2018, 08:10 WIB

Semburan Air dan Lumpur 30 Meter di Ngawi yang Masih Tanda Tanya

Rahma Lillahi Sativa - detikNews
Semburan Air dan Lumpur 30 Meter di Ngawi yang Masih Tanda Tanya Foto: Sugeng Harianto/File
Ngawi - Warga Ngawi dikejutkan dengan penemuan semburan air disertai lumpur dari sumur pompa air milik Mujianto (45). Di hari kedua pascapenemuan atau pada hari Senin (6/8) pagi, semburan air tersebut masih setinggi 30 meter.

Warga Desa Planglor, Dukuh Tambakselo Selatan, Kecamatan Kedunggalar itu menjelaskan, semburan air tersebut masih mengaliri persawahan yang ada di sekitarnya.


Namun menjelang siang, semburan air tinggal bercampur pasir. Hanya saja tingginya masih berkisar 30 meter, berwarna putih dan hitam.

"Ini semburan hanya air dan pasir. Dan kami masih melakukan pemantauan di lokasi untuk berkoordinasi dengan pihak Dinas ESDM yang sekarang ikut propinsi," jelas Kabid Operasional Pemeliharan Dan Bina Manfaat Dinas PUPR Ngawi Maftuh Afandi saat di lokasi kepada detikcom, Senin (6/8/2018).


Menariknya, jauh sebelum semburan air dan lumpur ini muncul, pernah ada kejadian serupa di lokasi yang sama, yaitu pada tahun 2013 silam. Namun saat itu yang menyembur bukan air dan lumpur, melainkan gas.

Lokasi semburan gas itu juga ditemukan di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi, atau sekitar 700 meter dari lokasi semburan air dan lumpur.

"Dulu pernah kejadian pula semburan, tapi gas. Juga di Desa Sidolaju ini. Sekitar tahun 2013 lalu, tepat di bawahnya Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (sutet)," ungkap Kepala Desa Sidolaju Wagi Suprayitno kepada detikcom di lokasi Senin, (6/8/2018).

Menurut Wagi, semburan gas kala itu muncul ketika salah satu warganya membuat sumur baru untuk pengairan sawah.

"Kami tahu itu semburan gas karena saat disulut, gas langsung terbakar. Dan api membumbung setinggi 8 meter. Tapi sekarang sudah ditutup oleh dinas terkait, tidak difungsikan," katanya.


Tak hanya itu warga pun berbondong-bondong datang untuk melihat langsung ke semburan tersebut. Namun lokasi di sekitar penemuan semburan dijaga oleh polisi agar warga tidak mendekat karena belum dipastikan aman.

Apalagi menurut pengakuan Mujianto, karena semburan air tersebut, tanah di sekitar rumah mesin pompanya ambles sehingga rumah itu pun nyaris roboh.

"Ini tanah terlihat mulai ambles tergerus semburan mungkin. Rumah mesin pompa juga mau roboh," ungkapnya.


Amblesnya tanah itu, lanjut Mujianto, diperkirakan sekitar satu meter. Oleh karena itu Mujianto tak berani mendekat. Warga pun tak boleh mendekat dalam radius 100 meter.

"Kami imbau warga untuk tidak mendekat mulai radius hingga 100 meter dari lokasi semburan. Karena sangat berbahaya. Sambil menunggu hasil penelitian nanti," terang Dandim 0805 Ngawi Letkol Inf Mahmudi.


Sejumlah pejabat Forkopimda Ngawi juga tampak mengunjungi lokasi, di antaranya Bupati Ngawi. Budi 'Kanang' Sulistiyono mengaku akan mengundang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, (BMKG) yang ada Malang untuk turun tangan mengatasi kejadian ini.

"Kami akan melihat bagaimana tentang kejadian ini. Baik kejadian pertama (gas dan api tahun 2013) akan kami tangani serius dengan melibatkan sektor dinas terkait. Termasuk BMKG Malang kami undang," ujar Kanang kepada wartawan di lokasi, Senin (6/8/2018).


Kanang berharap bisa segera dilakukan pengecekan kandungan semburan air tersebut. Hal itu juga untuk melihat apakah fenomena alam ini berdampak positif bagi warga atau tidak.

"Yang jelas kami cek, kemudian kalau kami ketahui hasilnya positif, akan kami manfaatkan untuk warga Ngawi. Yang jelas semburan ini sepertinya tidak mengandung minyak hanya air dan pasir. Kalau dulu yang sebelah utara tol menyembur gas. Fenomena Ngawi Ini sudah internasional," pungkasnya.



Tonton juga video: 'Semburan Air Campur Pasir di Ngawi Hebohkan Warga'

[Gambas:Video 20detik]



Semburan Air dan Lumpur 30 Meter di Ngawi yang Masih Tanda Tanya

(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed