DetikNews
Kamis 26 Juli 2018, 18:41 WIB

Kekacauan Lalin di Perempatan Purutrejo Dampak Tol Gempol-Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Kekacauan Lalin di Perempatan Purutrejo Dampak Tol Gempol-Pasuruan Arus lalin di pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Kekacauan lalu-lintas terjadi setiap hari di Perempatan Purutrejo Kota Pasuruan akibat yellow flashing traffic light. Flashing dilakukan sepanjang hari untuk mencegah kemacetan horor yang diakibatkan pembukaan pintu Tol Gempol-Pasuruan.

"Flashing harus dilakukan karena kepadatan arus keluar-masuk tol. Kalau nggak diflashing, kalau dinormalkan, terjadi kemacetan panjang. Terutama yang dari arah timur bisa mencapai Krampyangan (Perempatan Krampyangan, sepanjang kurang lebih 2 Km)," kata KBO Sat Lantas Polresta Pasuruan Iptu Yudi Prasetyo kepada detikcom, Kamis (26/7/2018).

Kepadatan arus lalu-lintas di Perempatan Purutrejo dan yellow flashing traffic light sudah dilakukan sejak Mei 2018 lalu. Namun kondisi semakin parah setelah peresmian Pintu Tol Gempol-Pasuruan di Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan 22 Juni lalu.

"Setelah tol dibuka kepadatan semakin parah terutama dari arah timur. Flashing dilakukan sepanjang hari karena kemacetan tak bisa diprediksi. Beberapa kali pernah kita normalkan tapi ternyata malah macet, sehingga harus kembali di-flashing," terangnya.


Yudi mengatakan seharusnya ada personel yang selalu berjaga di perempatan sibuk tersebut. Namun karena keterbatasan personel, hal itu tak bisa dilakukan. "Kita hanya bisa stand by saat pagi," tandasnya.

Dia pun berharap ada solusi untuk mengurangi kemacetan di Perempatan Purutrejo. Sehingga flashing traffic light bisa diatur bahkan tak perlu dilakukan.

"Keputusan flashing ini kita sudah koordinasi dengan para pihak, bahkan dengan kementerian PURR karena tol juga jadi penyebab macet. Untuk mengalihkan arus kendaraan terutama kendaraan besar dan kendaraan pribadi yang keluar-masuk tol tak mungkin dilakukan. Makanya flashing ini kan solusi jangka pendek. Kami berharap pembangunan tol dari Pasuruan ke Grati segara rampung dengan begitu kendaraan bisa bisa berkurang," terang Yudi.

Meski demikian, Sat Lantas akan berkoordinasi dengan Dishub terkait keluhan masyarakat.


"Kami siap berkoordinasi dengan Dishub untuk evaluasi. Tapi ya gitu, (dishub) harus ikut terjunkan personel, jangan ngomong tok. Personel kita kan juga terbatas. Kalau tambah personel silakan, tapi dishub juga harus bergerak, terjunkan personel," jelasnya dengan berapi-api

Meski efektif mengurangi kemacetan, yellow flashing traffic light diakui membahayakan pengendara motor. Dishub dan Sat Lantas sepakat melakukan evaluasi.

"Sejak awal kami sampaikan jadwal flashing harus diatur. Atau disiagakan petugas yang stand by," kata Kabid Lalu-lintas Dishub Kota Pasuruan Andriyanto.

Andri mengakui banyak mendapat keluhan dari masyarakat terkait kondisi di Perempatan Purutrejo. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian.

"Kami akan coba berkoordinasi dengan polisi. Kami coba mengingatkan agar diatur ulang atau ditambah personel," terangnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed