DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 17:46 WIB

Dinas Pendidikan Kota Blitar Larang Guru Beri PR ke Siswa

Erliana Riady - detikNews
Dinas Pendidikan Kota Blitar Larang Guru Beri PR ke Siswa Foto: Erliana Riady
Kota Blitar - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar melarang guru memberikan pekerjaan rumah (PR) untuk siswa. Larangan ini diterapkan mulai tahun ajaran baru ini.

Dengan tidak adanya PR, diharapkan siswa punya banyak waktu belajar pendidikan karakter di rumah maupun lingkungan di sekitarnya.

Kepala Dindik Pemkot Blitar M Sidik mengatakan, sebetulnya kebijakan larangan memberikan PR sudah diterapkan sejak tahun lalu.

"Namun hanya berupa imbauan. Nah untuk tahun ini, kami coba lebih intensif memberikan anjuran secara formal. Mungkin akan kami edarkan selebaran. Pembelajaran harus tuntas pada saat di sekolah," tegas Sidik ditemui di kantornya, Selasa (17/7/2018).


Larangan pemberian PR, menurut Sidik, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dari keluarganya. Pelajaran kecakapan hidup.

"Yang putri monggo diajarkan cara memasak. Yang putra bisa diajarkan cara menanam buah-buahan atau sayuran. Dan masyarakat diharapkan ikut mendewasakan anak-anak kita," jelasnya.

Tak hanya kecakapan hidup, di luar jam sekolah anak juga dianjukan memperkuat pendidikan agama sesuai dengan keyakinannya masing-masinng.

"Yang ingin memperdalam kesenian atau olah raga monggo. Supaya anak-anak kita akademisnya bagus. Agamanya mumpuni dan fisiknya kuat," tutur Sidik.

Menurut Sidik, siswa juga butuh belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sidik mencontohkan, sekarang banyak siswa yang tidak bisa membedakan mana daun salam mana daun kunyit. Pendidikan seperti itu, lanjut dia, hanya ada di lingkungan keluarga.


Penerapan lima hari sekolah mulai berlaku bagi SD dan SMP di Kota Blitar. Setiap jam pelajaran sekolah berbeda tiap kelasnya. Tergantung dari mata pelajaran di tiap-tiap kelas. Tentu hal ini juga yang membuat berbeda jam pulang siswa di setiap tingkatan kelas.

"Yang jelas, siang atau sore itu anak-anak masih ada waktu mendapatkan pendidikan dari keluarganya," tandasnya.

Dindik Pemkot Blitar mengaku mengawali sistem ini. Karena menurut Sidik, sangat susah seorang guru tidak memberikan PR pada siswanya.

"Ini kami mencoba mengawali ya. Semoga ada rujukan dari lingkup yang lebih tinggi . Seperti kemendikbud untuk memperkuat pendidikan karakter," pungkasnya.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed