Tahun Ajaran Baru, 8 SD Ditutup dan 9 SD di Ponorogo Digabung

Tahun Ajaran Baru, 8 SD Ditutup dan 9 SD di Ponorogo Digabung

Charolin Pebrianti - detikNews
Selasa, 17 Jul 2018 17:22 WIB
Salah satu SDN di Ponorogo yang terancam ditutup. (Foto: Charolin Pebrianti/File)
Ponorogo - Memasuki tahun ajaran baru 2018/2019, ada beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Ponorogo ditutup dan digabung oleh Dinas Pendidikan (Dindik). Ini alasan di balik kebijakan tersebut.

"Kami kekurangan murid. Selain itu, tidak adanya rekruitmen Pegawai Negeri Sipil (PNS), makanya kami lakukan perampingan," tutur Kepala Dindik Ponorogo Tutut Erliana kepada detikcom, Selasa (17/7/2018).

Untuk tahun ajaran baru 2018/2019, Dindik mencatat ada 8 SD di Ponorogo yang ditutup, yaitu SDN 1 Karangpatihan, SDN 1 Carat, SDN 2 Bangunsari, SDN 2 Surodikraman, SDN 3 Singgahan, SDN 1 Tajuh, SDN 2 Sooko, dan SDN 2 Gegeran.


Ada pula 9 SD yang di-regrouping atau digabung dengan SDN lainnya, yaitu SDN 1 Purwosari, SDN 2 Japan, SDN 2 Singosaren, SDN 1 Keniten, SDN 2 Plunturan, SDN 2 Karanglo lor, SDN 1 Ngasinan, SDN 3 Sumoroto dan SDN 2 Duri.

Jika tidak dilakukan perampingan, lanjut Tutut, maka akan terjadi pemborosan uang negara. "Anak-anak kan bisa masuk dan gabung ke sekolah terdekat atau yang dituju. Daripada jumlahnya sedikit mending gabung sama sekolah lain," terangnya.


Tutut menambahkan ia bakal membuat Surat Keputusan (SK) penutupan usai semua siswa dipindahkan ke sekolah lain. "Kalau siswa sudah pindah, kami bakal mengajukan surat penutupan," imbuhnya.

Bagi Tutut, sebelum melakukan penutupan pihaknya pun telah meminta wali murid untuk segera memindahkan anaknya ke sekolah lain.

"Kami pun mengimbau para orang tua untuk segera memindahkan anaknya, supaya bisa segera sekolah seperti biasa," pungkasnya. (lll/lll)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.