Polisi Sambangi Ibu Ajak 3 Anaknya Bunuh Diri, Ini Pengakuan Tersangka

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 16 Jul 2018 16:14 WIB
Foto: Istimewa
Jombang - Isu penelantaran suami sebagai pemicu seorang ibu di Jombang nekat mengajak bunuh diri ketiga anaknya, mewarnai proses persidangan. Polisi turun tangan dan menyambangi tersangka. Hasilnya, petugas memastikan tak ada unsur penelataran dalam perkara ini.

Kasat Reskrim dan Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang menyambangi tersangka Evy Suliastin Agustin (26) di Lapas Klas IIB Jombang, Senin (16/7/2018). Kedua perwira polisi itu melakukan wawancara langsung terhadap tersangka didampingi Kepala Lapas setempat.

"Ini bentuk responsif kami terkait adanya isu kenapa suaminya tidak dijerat masalah penelantaran. Maka hari ini kami temui langsung tersangka (Evy) di LP terkait isu penelantaran tersebut," kata Gatot kepada detikcom.


Saksikan juga video 'Bertengkar dengan Suami, Bumil ini Nekat Bunuh Diri di JPO':

[Gambas:Video 20detik]



Berdasarkan hasil wawancara dengan tersangka, lanjut Gatot, pihaknya tak menemukan adanya unsur penelantaran dalam perkara ini. Kepada dirinya Evy tegas menyatakan tak pernah ditelantarkan oleh suaminya berinisial F (55).

Selama proses persidangan, terdakwa juga mengaku tak pernah menyampaikan keterangan ditelantarakan oleh F. Oleh sebab itu, Gatot memastikan isu penelantaran sebagai pemicu kasus bunuh diri ibu dan tiga anaknya, tidak lah benar.

"Ternyata jawaban tersangka tetap sama seperti dalam BAP (Berita Acara Penyidikan). Tersangka sendiri tidak merasa ditelantarkan, dia menolak jika dikatakan mengajak anaknya bunuh diri karena ditelantarkan oleh suaminya," ujar Gatot.


Motif Evy mengajak ketiga buah hatinya bunuh diri, kata Gatot, tetap sama seperti dalam BAP polisi. Menurut dia, tersangka sakit hati setelah ditinggal kawin lagi oleh F.

"Dia (Evy) dulu istri muda paling disayang suaminya. Sekarang ada yang lain yang lebih muda lagi (suaminya menikah lagi). Sehingga dia setres ingin bunuh diri. Namun dia memikirkan nasib anaknya siapa yang merawat. Makanya dia ajak ketiga anaknya mati sekalian. Setelah anaknya mati, dia bunuh diri, tapi tak sampai mati," terangnya.

Evy merupakan istri ke dua F (55), pimpinan sebuah pondok pesantren di Kota Surabaya. Pasangan ini menikah secara siri. F yang diketahui asal Desa Mancilan, Mojoagung, Jombang mempunyai 3 orang istri.


Sejak menikah, Evy dan F tinggal di Kota Surabaya. Namun, sekitar tiga tahun yang lalu Evy memilih tinggal di rumah ibunya di Dusun Karobelah 3, Desa Karobelah, Mojoagung. Kendati begitu, Evy masih kerap berkunjung ke rumah suaminya.

Evy ditetapkan sebagai tersangka lantaran membunuh tiga anaknya di dalam kamar mandi rumahnya, Dusun Karobelah 3, Desa Karobelah, Mojoagung, Jombang, Senin (15/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Awalnya tersangka membunuh anak bungsunya dengan cara menenggelamkan bayi 4 bulan itu ke dalam bak mandi.

Setelah itu, Evy mencekoki anak pertama dan ke duanya dengan obat nyamuk cair hingga tewas. Tersangka kemudian mencoba bunuh diri dengan meminum racun yang sama. Beruntung kondisinya yang sempat kritis, berhasil diselamatkan.

Perbuatan Evy baru diketahui sekitar pukul 22.00 WIB. Orang yang pertama kali menemukan para korban adalah adik kandung Evy Nurus Shobikhah (20) dan salah satu santri dari suaminya Sholikul Hadi Sholeh (25). Saat itu Hadi datang ke rumah korban atas perintah suami Evy untuk mengantar makanan.

Polisi Sambangi Ibu Ajak 3 Anaknya Bunuh Diri, Ini Pengakuan Tersangka
(fat/fat)