DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 11:26 WIB

Patroli Medsos, Cara Polisi Cegah Kampanye Hitam dan Politik Uang

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Patroli Medsos, Cara Polisi Cegah Kampanye Hitam dan Politik Uang Foto: Adhar Muttaqin/File
Surabaya - Polisi menegaskan akan mengantisipasi adanya politik uang hingga kampanye hitam yang biasanya rawan saat masa tenang kampanye Pilkada Serentak 2018. Salah satunya dengan melakukan patroli ke segala penjuru daerah.

"Anggota semuanya berada di lapangan. Kita tidak boleh membiarkan adanya money politic. Kita akan melakukan tindakan," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin usai Apel Pemberangkatan Personel Pengamanan Pilkada Jatim di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (25/6/2018).

Tak hanya kampanye hitam secara fisik, tetapi pihaknya juga mengantisipasi kampanye hitam yang berseliweran di media sosial atau pesan singkat. Machfud menyebutnya sebagai 'patroli di udara'.

Upaya penindakan kepada pelaku yang menyebarkan pesan ajakan mencoblos salah satu paslon atau kampanye hitam pun telah dipersiapkan oleh Polda Jatim.

"Kita akan melakukan patroli udara di medsos-medsos. Yang nggak benar akan kita lakukan penindakan," tambahnya.


Sementara itu, Machfud juga mengingatkan selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, ada beberapa waktu yang perlu diwaspadai karena rawan konflik. Semisal di masa tenang, hari pemungutan suara, hingga pasca penetapan perolehan suara.

"Kayaknya tenang-tenang aja waktu kampanye, ini yang perlu diantisipasi adalah pasca penetapan perolehan suara, itu yang harus kita amankan. Karena orang merasa dirinya masing-masing menang. Begitu ditetapkan kalah maka banyak yang nyalahin semua pihak," terangnya.

Kendati demikian, Machfud mengaku tidak akan menaikkan status pengamanan menjadi siaga 1 jikalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ini dikarenakan tugas polisi memang setiap saat harus mengamankan.

"Nanti pada minggu-minggu ini, minggu yang krusial sampai perhitungan dan penetapan. Itu memang bagian dari operasi. Tidak ada siaga 1 karena yang ada polisi menjalankan tugasnya," ungkap Machfud.


Sedangkan untuk aparat keamanan hingga ASN, Machfud menegaskan bahwa pihak-pihak tersebut dituntut untuk netral. Jika ada yang melanggar, ia mengaku sudah ada sanksi berat yang disiapkan dari Kapolri.

"Aparat keamanan TNI, Polri, ASN kita yakinkan netral. Sanksi-sanksi akan kita berikan berat dari Pak Kapolri," tegas Machfud.

Dalam hal ini, Machfud menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Gubernur Jatim Soekarwo dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman yang ikut menjaga kondusifitas di Jatim.

"Kita sangat berterima kasih kepada pak gubernur dan panglima yang sama-sama bahu-membahu untuk menjaga Jawa Timur tetap kondusif," ujar Machfud.

Machfud berharap penyelenggaraan Pilkada di Jatim bisa lebih aman dan kondusif. Lagipula ia menilai masyarakat Jatim sudah cukup dewasa dalam hal berpolitik.

"Tapi mudah-mudahan kedewasaan masyarakat Jawa Timur sudah terbentuk dengan baik. Gesek-gesekan bisa diminimalisir dan kedewasaan makin nampak," harap Machfud.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed